Kamis
20 Agustus 2026 | 7 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

TPD Targetkan di Angka 68 Persen, Elektabilitas Ganjar-Mahfud di Jatim Saat Ini Sudah 48 Persen

pdip-jatim-240110-tpd-jatim1

SURABAYA – Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Jawa Timur tetap yakin, target menang tebal di Jawa Timur bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 3 akan terealisasi di Pilpres 2024.

Di sisa masa kampanye ini, mereka mengerahkan seluruh tim pemenangan hingga tingkat kabupaten/kota untuk mendulang dukungan masyarakat.

Ketua TPD Ganjar-Mahfud Jatim, Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji mengungkapkan, dari survei internal yang dilakukan, elektabilitas Ganjar-Mahfud di Jawa Timur saat ini sudah berada di kisaran 48 persen.

“Kami targetkan di angka 68 persen,” kata Agus Setiadji, di sela rapat koordinasi internal bersama jajaran di Kantor TPD Ganjar-Mahfud Jatim, Selasa (9/1/2024).

Menurutnya, masih ada sisa 20 persen yang butuh dikejar. Dalam rakor yang juga diikuti perwakilan Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud tingkat kabupaten/kota itu, mereka meramu strategi.

Agus Setiadji menambahkan, gambaran riil di lapangan menjadi penting, agar strategi yang dijalankan tepat sasaran. Ada sejumlah wilayah di Jawa Timur yang dinilai perlu mendapat sentuhan strategi politik lebih.

Misalnya, kawasan Pantura, Tapal Kuda yang perlu terus diperkuat di sisa masa kampanye ini. Salah satu daerah yang menjadi tumpuan adalah Kota Surabaya.

Sebagai daerah basis PDI Perjuangan, yang merupakan pengusung Ganjar-Mahfud, suara pemilih di Surabaya diyakini tidak akan goyang. Bahkan bisa menang tebal dibanding dua paslon pesaing.

Dia pun percaya, secara umum Ganjar-Mahfud akan menang signifikan di Jawa Timur pada Pilpres 2024.

Sekretaris TPD Ganjar-Mahfud Jatim, Sri Untari Bisowarno menjelaskan, untuk mendulang suara, pihaknya akan gencar kampanye 21 program unggulan paslon nomor urut 3, misalnya KTP Sakti.

Bagi Untari, program ini diyakini bakal diterima dengan baik oleh masyarakat, karena realistis dilakukan. Puluhan program itupun ditegaskan tidak akan membuat anggaran di APBN jebol.

“Kalau dihitung, 21 program itu selama 5 tahun hanya menyerap Rp 2.526 triliun. Sementara paslon lain setahun Rp 426 triliun dengan dua program. Tentu masyarakat akan cerdas menilai,” kata Untari yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim itu.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Sadarestuwati mengungkapkan, 21 program unggulan Ganjar-Mahfud bukan merupakan janji kosong. Karena program tersebut sangat dibutuhkan dan realistis dilakukan.

“Jadi, bukan program yang di awang-awang,” kata Sadarestuwati yang juga hadir dalam rakor tersebut.

Sejauh ini, bebernya, program yang ditawarkan Ganjar-Mahfud mendapat antusiasme masyarakat. Setidaknya hal itu dilihat dari masa kampanye hingga saat ini.

“Apalagi, program yang satu sarjana di setiap keluarga miskin. Kemudian program insentif untuk guru agama, juga diterima dengan baik,” sebutnya. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Pedagang Pasar Melek Teknologi agar Tak Tergusur Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi dengan ...
LEGISLATIF

Komisi B DPRD Jember Soroti Gerobak Cinta dan Kebocoran Retribusi Pasar

JEMBER – Komisi B DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggeser anggaran sejumlah program ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Jember Tolak Tanggung Jawab atas Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menolak ikut bertanggung jawab atas rencana pinjaman daerah Rp786,573 ...
SEMENTARA ITU...

Kurangi Ketergantungan Impor, Trenggalek Mulai Kembangkan Bawang Putih

Trenggalek mulai mengembangkan bawang putih di Kecamatan Pule untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus ...