SURABAYA – Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Jawa Timur tetap yakin, target menang tebal di Jawa Timur bagi pasangan capres-cawapres nomor urut 3 akan terealisasi di Pilpres 2024.
Di sisa masa kampanye ini, mereka mengerahkan seluruh tim pemenangan hingga tingkat kabupaten/kota untuk mendulang dukungan masyarakat.
Ketua TPD Ganjar-Mahfud Jatim, Laksamana Madya (Purn) Agus Setiadji mengungkapkan, dari survei internal yang dilakukan, elektabilitas Ganjar-Mahfud di Jawa Timur saat ini sudah berada di kisaran 48 persen.
“Kami targetkan di angka 68 persen,” kata Agus Setiadji, di sela rapat koordinasi internal bersama jajaran di Kantor TPD Ganjar-Mahfud Jatim, Selasa (9/1/2024).
Menurutnya, masih ada sisa 20 persen yang butuh dikejar. Dalam rakor yang juga diikuti perwakilan Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud tingkat kabupaten/kota itu, mereka meramu strategi.
Agus Setiadji menambahkan, gambaran riil di lapangan menjadi penting, agar strategi yang dijalankan tepat sasaran. Ada sejumlah wilayah di Jawa Timur yang dinilai perlu mendapat sentuhan strategi politik lebih.
Misalnya, kawasan Pantura, Tapal Kuda yang perlu terus diperkuat di sisa masa kampanye ini. Salah satu daerah yang menjadi tumpuan adalah Kota Surabaya.
Sebagai daerah basis PDI Perjuangan, yang merupakan pengusung Ganjar-Mahfud, suara pemilih di Surabaya diyakini tidak akan goyang. Bahkan bisa menang tebal dibanding dua paslon pesaing.
Dia pun percaya, secara umum Ganjar-Mahfud akan menang signifikan di Jawa Timur pada Pilpres 2024.
Sekretaris TPD Ganjar-Mahfud Jatim, Sri Untari Bisowarno menjelaskan, untuk mendulang suara, pihaknya akan gencar kampanye 21 program unggulan paslon nomor urut 3, misalnya KTP Sakti.
Bagi Untari, program ini diyakini bakal diterima dengan baik oleh masyarakat, karena realistis dilakukan. Puluhan program itupun ditegaskan tidak akan membuat anggaran di APBN jebol.
“Kalau dihitung, 21 program itu selama 5 tahun hanya menyerap Rp 2.526 triliun. Sementara paslon lain setahun Rp 426 triliun dengan dua program. Tentu masyarakat akan cerdas menilai,” kata Untari yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim itu.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Sadarestuwati mengungkapkan, 21 program unggulan Ganjar-Mahfud bukan merupakan janji kosong. Karena program tersebut sangat dibutuhkan dan realistis dilakukan.
“Jadi, bukan program yang di awang-awang,” kata Sadarestuwati yang juga hadir dalam rakor tersebut.
Sejauh ini, bebernya, program yang ditawarkan Ganjar-Mahfud mendapat antusiasme masyarakat. Setidaknya hal itu dilihat dari masa kampanye hingga saat ini.
“Apalagi, program yang satu sarjana di setiap keluarga miskin. Kemudian program insentif untuk guru agama, juga diterima dengan baik,” sebutnya. (red/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









