oleh

Terjadi Lonjakan Covid-19, Kepala Baguna Kota Mojokerto Minta Pemkot Segera Lakukan Antisipasi

-Kronik-72 kali dibaca

MOJOKERTO– Lonjakan kasus Covid-19 terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur. Setelah Bangkalan dan Lamongan, kali ini klaster baru penyebaran covid_19 muncul di Kota Mojokerto, tepatnya di lingkungan  Sidomulyo Gg 4, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon.

Kepala Baguna DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Dr. Rambo Garudo meminta pemerintah Kota Mojokerto untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi agar klaster baru yang muncul di Kota Mojokerto tidak menyebar ke daerah lainnya.

“Saya mendorong agar pemerintah Kota Mojokerto secara khusus untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi, agar kejadian ini tidak muncul di daerah lain. Jangan berhenti lakukan sosialisasi 3 M, percepat vaksinasi, dan sarana pendukung lainnya,” terang Rambo saat ditemui di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, Jl. Tropodo, Selasa (15/6/2021).

Di Kelurahan Mentikan gang 4 ini, hampir 60 %  warganya (sebanyak 39 orang) positif Covid-19. Saat ini, mereka dievakuasi di Rusunawa lingkungan Cinde, Prajurit Kulon Kota Mojokerto. Korban meninggal 4 orang, dan tes swab dilakukan pada masyarakat sekitar.

Rambo juga menyampaikan agar pemerintah Kota Mojokerto secara spesifik bisa mengawasi dan kembali memperketat tempat-tempat ramai, seperti pasar yang menjadi pusat bertemunya orang banyak, acara pernikahan dan lain sebagainya.

“Jangan lelah untuk selalu mempromosikan prokes M5 itu. Hanya itu yang bisa kita lakukan untuk menjaga masyarakat dari Covid. Mengawasi tempat-tempat  yang ramai, seperti pasar, tahlilan dan acara hajatan pernikahan. Kalau bisa kembali diperketat. Sekolah tatap muka perlu untuk dievaluasi kembali, khawatir akan memperluas klaster baru penyebaran Covid,” terangnya.

Kader Banteng yang juga Direktur RS Kamar Medika Kota Mojokerto ini mengajak masyarakat agar tidak menyepelekan virus ini. Menurutnya, mengatasi penyebaran Covid-19 perlu kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.

“Ya, karena memang Covid itu belum selesai. Covid itu sempat merendah karena kita menjaga prokes dan ada vaksinasi. Ketika kita sedikit longgar, dia membabi buta lagi. Saat ini perlu kerjasama dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini,” jelasnya.

Rambo juga berharap, masyarakat tidak perlu takur terhadap vaksin. Semua merek, tambah Rambo, sudah terfilter.

“Jangan sampai ada lagi ketakutan-ketakuan tentang vaksin yang beredar, vaksin berbagai merek itu saya rasa sudah terfilter dengan baik apapun mereknya pakai saja itu aman,” tegas Rambo.

Tak hanya itu, sebagai kepala Baguna, dia akan kembali melakukan penyemprotan di seluruh wilayah Kota Mojokerto dan akan berkordinasi dengan pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Mojokerto, serta pengurus RT dan RW, terutama yang berada di wilayah rawan terpapar.

“Selain sosialisasi kita akan kembali melakukan penyemprotan. Saat ini kita akan kordinasi dengan DPC Partai dan RT RW sekitar untuk mendata dan memaping corona yang lagi ganas ini,” pungkas Rambo. (arul/set)