Minggu
19 April 2026 | 6 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Terima Gelar Doktor HC di Korsel, Puan Dapat Tantangan dari Megawati

pdip-jatim-221107-pm-dr-hc-5

BUSAN – Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri mendampingi Puan Maharani saat Ketua DPR RI tersebut mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Pukyong National University (PKNU), Busan, Korea Selatan, Senin (7/11/2022).

Pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa digelar di College Theatre PKNU. Sebelum acara dimulai, Megawati menemani Puan berbincang dengan Rektor PKNU Prof Jang Young-soo.

Dalam pertemuan hangat yang diselingi minun teh ini, Prof Jang menyatakan rasa senangnya atas kedatangan Puan dan Megawati. Dia menyebut, PKNU memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada para pakar dan tokoh.

Baca juga: Gelar Doktor HC dari Korsel, Puan: Penghargaan bagi Kepemimpinan Perempuan di Indonesia

“Kami akan berusaha sekuat tenaga menghasilkan talenta-talenta untuk kemajuan dunia,” ujar Prof Jang. “Kami menyambut hangat Ibu Puan sebagai alumni. Ibu puan telah menunjukkan kepemimpinan nasional,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Megawati yang cukup ditokohkan oleh Korea Selatan menyatakan rasa bangganya atas perolehan gelar kehormatan untuk Puan. Dia menantang Puan untuk mendapat gelar-gelar kehormatan akademis melebihi dirinya dan sang ayah, Bung Karno.

“Ketika Ibu Puan mengatakan dapat Doktor Honoris Causa dr kampus PKNU, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Megawati.

Penganugerahan Doktor Honoris Causa Bidang Politik ini menjadi gelar doktor kehormatan kedua bagi Puan. Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan itu meraih gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Diponegoro pada tahun 2020.

Megawati lalu merinci Bung Karno, sang kakek Puan Maharani, memiliki 26 gelar Doktor Honoris Causa dari seluruh dunia. Sementara Ketua Umum PDI Perjuangan itu kini memiliki 2 gelar profesor kehormatan dan 9 gelar Doktor Honoris Causa.

“Sekarang saya masih menunggu lagi 5 (gelar Doktor Honoris Causa). Karena itu saya katakan: ibu harus kamu kalahkan. Beliau (Puan) harus mengalahkan saya dapat gelar,” tegasnya.

Di sela pertemuan, Megawati juga mengucapkan terima kasih kepada rektor, dewan senat guru besar dan segenap sivitas akademika PKNU. “Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada keluarga besar Bung Karno,” sambung Megawati.

Untuk diketahui, hubungan keluarga Bung Karno dengan Korea sudah terjalin erat sejak lama. Kehangatan hubungan tersebut dilanjutkan oleh Megawati, terutama saat ia menjadi Presiden Indonesia, hingga saat ini.

Bahkan Megawati mendapat anugerah gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) dan gelar Doktor Honoris Causa dari beberapa universitas di Korea. Megawati juga pernah menjadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian.

Sebelum upacara pengukuhan Puan sebagai Doktor Honoris Causa dari PKNU dimulai, Megawati juga sempat bertemu dengan para peneliti Indonesia yang sedang menjalani studi di Korea Selatan. PKNU sendiri akan melakukan penandatangan kerja sama pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi Indonesia.

Megawati pun mengungkap alasannya sangat mendukung pemberian gelar Doktor Honoris Causa dari PKNU. Sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), ia mengaku mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembangkan lembaga tersebut.

“Saya sangat ingin bekerja sama dengan PKNU dalam bidang kelautan dan perikanan. Ini sebuah kesempatan yang sangat baik antara BRIN dan Pukyong. Kita harus memperhatikan laut kita, terutama lingkungan hidupnya,” tutur Megawati.

Pada kesempatan itu, Puan diminta memberikan testimoni untuk PKNU di buku alumni kampus. Cucu Proklamator sekaligus Presiden pertama RI Soekarno ini pun menyampaikan rasa terima kasih atas pemberian gelar dan sambutan hangat dari PKNU.

“Suatu kehormatan bagi saya menjadi bagian dari PKNU. Saya akan menjadi alumni PKNU. Sebagai alumni, saya akan berusaha memperkuat hubungan Korea Selatan, bukan hanya dalam hal pendidikan tapi juga hubungan antar negara,” kata Puan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Ajak Laki-laki Evaluasi Diri dan Tekan Ego Patriarki demi Kesetaraan

Bupati Trenggalek Mas Ipin ajak laki-laki evaluasi diri dan tekan ego patriarki dalam perjuangan kesetaraan gender ...