KEDIRI – Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kediri bakal menutup pasar hewan menyusul peningkatan kasus suspect penyakit mulut dan kuku (PMK). Sampai Selasa (24/5/2022), setidaknya ditemukan 76 kasus.
Menurut Hanindhito, temuan kasus PMK sudah menyebar di sejumlah wilayah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Puncu, Kandangan, Kepung, Kayen Kidul, Kandat, dan Ngadiluwih.
Lonjakan virus PMK dinilai cukup signifikan dalam 4 hari terakhir. “Sudah ada 76 kasus suspect PMK, di 6 wilayah kecamatan. Dalam waktu 4 hari terjadi lonjakan yang cukup signifikan, ” beber Hanindhito, di Kediri, Selasa.
Pihaknya tidak ingin kasus penularan virus PMK semakin masif perkembangannya. Terutama pada saat momentum Hari Raya Idul Adha. Karena itu, bupati yang juga kader PDI Perjuangan ini untuk melakukan penutupan pasar hewan.

“Tentunya para pedagang merasa keberatan karena berkaitan dengan kebutuhan hajat hidup. Tapi di satu sisi banyak pertimbangan, mengingat bulan Juli akan ada Idul Adha di mana perputaran sapi sangat tinggi,” ujarnya.
“Jangan sampai pada momentum tersebut kasus sedang tinggi. Maka menjadi pertimbangan kami dari Forkopimda, kita mulai persiapan untuk penutupan pasar pasar hewan,” imbuh dia.
Agar keputusan penutupan pasar hewan dapat diterima masyarakat, Pemkab Kediri akan melakukan sosialisasi selama beberapa hari terkait hal itu.
“Setelah itu kami buat keputusan, akan kita tutup pasar hewannya,” pungkas Mas Dhito. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










