PDIP turun langsung ke buruh rokok Malang jelang May Day 2026. Deni Wicaksono tegaskan partai di barisan terdepan bela pekerja.
MALANG — Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa partainya harus selalu berada di barisan terdepan dalam memperjuangkan nasib buruh, kaum marhaen, dan masyarakat miskin kota.
Penegasan itu disampaikan saat kegiatan menyapa ribuan buruh rokok di CV Sayap Mas Nusantara, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (30/4/2026), dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Kegiatan yang diinisiasi DPP PDIP dengan tema “Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari” ini dihadiri jajaran DPP, DPD, hingga DPC se-Malang Raya, serta diikuti ratusan hingga ribuan buruh, mayoritas perempuan.
“Keberpihakan terhadap buruh bukan sekadar slogan, tapi ideologi dasar partai. Karena itu kami harus selalu berada di barisan terdepan,” tegas Deni di hadapan para pekerja.

Baca juga: PDIP Sapa Ribuan Buruh Rokok di Malang, Tegaskan Komitmen Perjuangkan ‘Trilayak’ Jelang May Day
Kehadiran kader PDIP di tengah buruh ini bukan tanpa alasan. Deni menyebut, kegiatan tersebut merupakan bagian dari instruksi partai agar seluruh kader melakukan turba (turun ke bawah), mendengar langsung keluhan masyarakat.
“Kami tidak ingin hadir hanya saat pemilu. Ini tanggung jawab moral agar regulasi yang kami susun benar-benar berpihak pada bapak dan ibu sekalian,” ujar politisi muda yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu.
Deni menambahkan, PDIP mendorong perusahaan memastikan pekerja terdaftar aktif dalam BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Selain itu, perlindungan buruh perempuan juga menjadi perhatian, termasuk hak cuti hamil, menyusui, dan fasilitas kerja yang layak.

“Keadilan bagi buruh adalah kunci. Tapi ini bukan untuk melemahkan ekonomi, justru menjaga keberlanjutan industri,” jelasnya.
Tak hanya berdialog, rangkaian kegiatan May Day 2026 PDIP ini juga diisi layanan kesehatan gratis, konsultasi hukum melalui Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR), serta pembagian sembako bagi sekitar 3.000 buruh.
Ketua Bidang Kesehatan DPP PDIP, Ribka Tjiptaning, menyebut Malang dipilih karena banyaknya buruh perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
“Mereka adalah Kartini-Kartini masa kini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ribka kembali menegaskan perjuangan “Trilayak” — Layak Kerja, Layak Upah, dan Layak Hidup — yang dinilai belum sepenuhnya tercapai. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










