Minggu
18 Oktober 2026 | 10 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tempati Kantor Sementara, PDI Perjuangan Jatim Gelar Khataman Quran

pdip jatim 260726 khataman quran 1

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menempati kantor sekretariat ke gedung baru dengan menggelar khataman Al-Quran bersama santriwati setempat, Minggu (26/7/2026).

Seperti diketahui, kantor DPD PDI Perjuangan Jatim sementara berpindah lokasi dari Jalan Kendangsari ke kawasan Jalan Jemur Andayani untuk proses renovasi.

Khataman pun berlangsung khidmat. Kegiatan religius yang dimaksudkan untuk membawa keberkahan bagi partai dalam menghadapi dinamika politik Indonesia itu, sukses menambah sejuk area kantor.

Wakabid Keagamaan dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, KH Abdul Wahab Yahya atau Gus Wahab, menegaskan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an sangat penting sebagai landasan spiritual di tempat baru.

Hal ini, menjadi ikhtiar batin agar kantor tersebut menjadi pusat pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Biar ke depan kantor PDI Perjuangan di sini dipenuhi dengan keberkahan. Karena tidak mudah untuk menjelang (masa depan) yang begitu multikompleks permasalahan Indonesia ini,” ujarnya, saat ditemui di sela khataman.

Menurutnya, tradisi ini sejalan dengan ajaran Islam yang mensunnahkan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran saat menempati hunian atau kantor baru. Dimana, dengan menyebut nama Tuhan, kantor baru akan selalu mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT.

Langkah ini, lanjutnya, juga menjadi penegasan identitas PDI Perjuangan sebagai partai yang nasionalis sekaligus religius. Gus Wahab menyebut bahwa hadirnya “kaum sarungan” di internal partai menunjukkan bahwa nilai-nilai religius kini berjalan beriringan dengan semangat marhaenisme.

“Kita lantunkan Al-Quran di sini supaya nasionalis ini semakin naik, marhaenisme dan serta religiusnya juga naik sesuai dengan semboyan dulu Pak Soekarno dengan Mbah Wahab,” ungkap Gus Wahab.

Pemilihan hari Minggu sebagai waktu pelaksanaan juga dinilai sangat tepat.

Selain khataman, momentum pindah kantor ini juga dirangkaikan dengan refleksi doa untuk memperingati peristiwa berdarah, Kudatuli (kerusuhan dua puluh tujuh juli 1996).

Peringatan ini pun menjadi manifestasi dari prinsip “Jasmerah” atau jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah.

“Kader partai memberikan penghormatan khusus bagi para pejuang partai yang menjadi korban dalam peristiwa sejarah tersebut agar mereka mendapatkan ketenangan di alam kubur,” sebutnya.

Gus Wahab berharap semangat perjuangan para pahlawan partai 30 tahun silam dapat menjadi pelecut motivasi bagi seluruh kader untuk terus berjuang di masa depan.

“Jangan melupakan sejarah 30 tahun yang lalu. Kita doakan semoga perjuangan-perjuangan itu bisa kita teruskan di masa depan,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Andreas Bidik Bursa Karbon Berbasis Komunitas Pertama di CMC Tiga Warna

MALANG – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo menargetkan kawasan ...
HEADLINE

Medsos Jadi Senjata, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Suarakan Kebenaran

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong kader Generasi Z (Gen Z) untuk menguasai dan memanfaatkan media ...
KRONIK

Masuk Sekolah Partai, Gen Z Jatim Ungkap Sisi Seru PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Tiga kader Generasi Z (Gen Z) membagikan pengalaman pertamanya terjun ke dunia politik saat mengikuti ...
LEGISLATIF

Warga Durenan Titip Aspirasi Irigasi dan Antisipasi Banjir kepada Deni Wicaksono

TRENGGALEK – Perbaikan irigasi, antisipasi banjir, dan peningkatan produktivitas panen menjadi aspirasi warga ...
KRONIK

DPP PDI Perjuangan Jadikan Video AI DPD Jatim Percontohan Nasional

SURABAYA – Inovasi pembelajaran politik berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) buatan DPD PDI ...
KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...