Kamis
22 Oktober 2026 | 2 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tekan Stunting, Pemkab Trenggalek Bangun 350 MCK Baru untuk Warga

pdip-jatim-arifin-nggalek-120520-3

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek tahun ini siap membangun sebanyak 350 sarana sanitasi berupa tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK) baru. MCK itu dibangun di rumah warga 10 desa prioritas penanganan stunting di 7 kecamatan.

Harapannya, pembangunan jamban massal itu bakal mendorong pengurangan angka stunting di Trenggalek. Pembangunan MCK itu ditandai dengan peletakan batu pertama di salah satu rumah warga di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Selasa (7/7/2020).

“Kami ingin di Kabupaten Trenggalek masyarakatnya, selain sejahtera, juga memiliki kualitas hidup yang lebih baik dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” kata Nur Arifin.

Karena untuk mengurangi angka stunting, tambah Mas Ipin, sapaan akrabnya, pembangunan tempat MCK diutamakan untuk rumah yang dihuni ibu hamil atau bayi usia maksimal 3 tahun.

“Agar kualitas hidup ibu hamil dan anak kecil lebih baik. Sehingga stunting bisa kami tekan untuk terus menurun,” sambung bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini.

Selain Ngrandu, pembangunan jamban di Kecamatan Suruh juga merambah ke desa Nglebo, Puru, dan Mlinjon.

Selain itu, juga ke desa Cakul di Kecamatan Dongko, Desa Kayen di Kecamatan Karangan, dan Desa Dawuhan di Kecamatan Trenggalek.

Juga Desa Kedunglurah di Kecamatan Pogalan, Desa Jajar di Kecamatan Gandusari, dan Botoputih di Kecamatan Bendungan.

Desa-desa sasaran itu merupakan desa yang tercatat prefelansi stuntingnya masih tinggi. Yakni di atas 20 persen.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Trenggalek Muyono menjelaskan, pihaknya mendapat suntikan dana dari pemerintah pusat Rp 3,5 miliar untuk membangun seluruh jamban itu.

“Jadi per rumah menerima bantuan Rp 10 juta,” tutur Muyono.

Secara umum, Muyono menyebut, masih ada sekitar 24 persen warga Trenggalek yang belum punya sarana sanitasi yang sehat.

“Kami berharap secara bertahap semua bisa terlayani dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan. Karena tiap tahun kami mengusulkan ke pusat,” ucap dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...