Rabu
15 Juli 2026 | 4 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Targetkan Jalan Mantap 100 Persen, Pemkab Ngawi Tunda Renovasi Alun-Alun

IMG-20260220-WA0025_copy_557x365

NGAWI – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi untuk mempercantik kawasan Alun-Alun Merdeka dipastikan urung dilaksanakan tahun ini. Anggaran sebesar Rp 20 miliar yang semula dialokasikan untuk proyek tersebut dialihkan guna menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan kabupaten dan pasar hewan.

Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menjelaskan bahwa keputusan realokasi anggaran ini diambil untuk memenuhi janji kepada masyarakat terkait pembangunan infrastruktur jalan. Pemkab menargetkan capaian “Jalan Mantap” di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi bisa tuntas 100 persen pada tahun 2026 mendatang.

“Masih ada beberapa ruas jalan di Kabupaten Ngawi yang membutuhkan penanganan segera. Janji kami kepada masyarakat adalah mewujudkan jalan mantap 100 persen, tuntas di tahun 2026,” ujar Bupati Ony, Jumat (20/2/2026).

Prioritas perbaikan dan pelebaran jalan kali ini mencakup sejumlah titik strategis, di antaranya ruas Jatigembol (Kecamatan Kedunggalar) hingga Dawung (Kecamatan Jogorogo). Selain itu, perbaikan juga difokuskan pada ruas Soco-Dadapan, Kendung–Mangunharjo, Krawut, serta penguatan sejumlah sayap jembatan.

Bupati Ony menyebutkan, jika ruas-ruas tersebut berhasil ditangani tahun ini, maka tingkat kemantapan jalan kabupaten akan mendekati angka sempurna.

“Jika dua ruas lainnya, yakni Karangjati–Rejuno dan Bangunrejo–Gembol, berhasil diintervensi oleh pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), maka target 100 persen tercapai. Namun jika tidak, minimal posisi jalan mantap kita sudah berada di angka 98 persen,” imbuhnya.

Selain infrastruktur jalan, sebagian anggaran sebesar Rp 6 miliar juga dialokasikan untuk membenahi Pasar Hewan Ngawi yang berlokasi di Jalan Supriyadi, Desa Kandangan.

Langkah ini diambil menyusul kondisi pasar yang dinilai sudah memprihatinkan, terutama pada bagian landasan tempat penempatan hewan.

“Kondisi pasar hewan kita cukup memprihatinkan. Landasannya perlu segera diperbaiki karena seringkali membuat hewan ternak terjatuh, yang dampaknya bisa menurunkan harga jual hewan tersebut,” terang Bupati PDI Perjuangan tersebut.

Sebelumnya, penataan Alun-Alun Merdeka Ngawi yang dikenal sebagai salah satu yang terluas di Jawa Timur ini direncanakan mencakup pemugaran fasilitas olahraga seperti lapangan basket, futsal, dan tenis, serta perbaikan trotoar dan renovasi gedung kafe di pojok timur.

Meski tertunda, Bupati Ony memastikan pembangunan sektor pendukung seperti renovasi alun-alun, Stadion Ketonggo, Balai Pemuda, hingga pelebaran Jalan Ahmad Yani akan kembali menjadi fokus utama setelah target infrastruktur jalan dasar terpenuhi. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gen Z dan Karang Taruna Motor Ekonomi Kreatif Kampung, Anas: Beri Kesempatan Seluas-luasnya

SURABAYA – Generasi muda dinilai memiliki peran krusial dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat. Karang ...
KRONIK

Empat SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Riyanto Minta Dindik Siapkan Solusi

PONOROGO – Empat sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo tidak mendapatkan satu pun siswa baru pada ...
LEGISLATIF

Mia Desak Pemkot Malang Evaluasi Data Kemiskinan agar Bansos Tepat Sasaran

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendesak Pemkot Malang mengevaluasi data kemiskinan agar ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Surabaya Ajak Anak Muda Kikis Stigma Negatif Politik

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, menegaskan bahwa lembaga legislatif selalu ...
LEGISLATIF

Puan Minta Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Nasional Hadapi Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat kesiapsiagaan nasional menyusul meningkatnya aktivitas ...
LEGISLATIF

Widarto Serap Aspirasi Warga, Perbaikan Jalan Desa Jadi Prioritas Pembahasan DPRD Jember

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menegaskan perbaikan jalan desa menjadi prioritas pembahasan setelah menyerap ...