oleh

Syeh Ali dan Kerajinan Gedebognya

-Inspirasi-97 kali dibaca

BOJONEGORO – Gedebog atau pohon pisang biasanya dibuang begitu saja. Tapi tidak bagi Syeh Ali, warga Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Bojonegoro. Di tangan Syeh Ali, gedebog dapat menjelma topi, tas dan pernak-pernik rumah tangga lainnya.

“Sudah lama, Mas,” ujar Syeh Ali mengenang perjalanannya menekuni kerajinan gedebog sejak 11 tahun lalu, Minggu (9/5/2021).

Dengan kerajinan gedebog, Syeh Ali merambah pasar lokal dan nasional. Atas sepak terjangnya, tahun 2018 Menteri Hukum dan HAM memberikan hak merek “Megakreasi” pada Syeh Ali.

Ditanya tentang harga, Syeh Ali membeberkan variasinya: 15 ribu sampai 25 ribu.

“Bergantung tingkat keunikan dan kesulitannya, Mas,” jelas Syeh Ali.

Syeh Ali juga bercerita masa-masa jayanya sebelum pandemi. Menurut Syeh Ali, sebelum pandemi dirinya bisa memproduksi kerajinan gedebog sampai ratusan unit. Pesanan pun datang dari berbagai daerah.

“Tapi sejak pandemi ini pesanan turun drastis. Pemasukan pun jadi berkurang. Saya hanya melayani tiga orang tiap harinya,” ujar Syeh Ali.    

Akan tetapi darah banteng yang mengalir dalam tubuhnya, tidak pernah menyurutkan langkah Sekretaris PAC PDI Perjuangan Ngambon itu untuk menggeluti kerajinan gedebog.

Syeh Ali berharap, masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bojonegoro, bisa mencintai produk-produk anak bangsa.

“Saya berharap pandemi ini segera berakhir. Pesanan kerajinan gedebog kembali normal. Dan masyarakat tambah cinta pada produk-produk hasil kerajinan anak bangsa,” tegas Syeh Ali. (sut/set)