Sabtu
29 Agustus 2026 | 4 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Survei SMRC: Jokowi Berhasil Naikkan Elektabilitas PDIP

pdip-jatim-Jokowi-baju-PDIP

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil menaikkan elektabilitas partainya, PDI Perjuangan. Hasil elektabilitas PDI Perjuangan untuk Pilpres 2019, naik pada survei per Desember 2017, dibandingkan dengan hasil pada 2014.

Survei yang dilakukan Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) itu menyebutkan, elektabilitas PDIP naik dari hasil Pemilu 2014 yang hanya berada di angka 18.95 persen. Sementara survei per Desember 2017, dukungan untuk PDI Perjuangan justru telah mencapai 27,6 persen.

Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan elektabilitas PDI Perjuangan. Dibandingkan tahun 2014, sebelum Jokowi menjadi Presiden.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Reserach Consulting (SMRC), Djayadi Hanan menyebutkan, kenaikan elektabilitas ini disebabkan sosok Presiden Joko Widodo yang positif dalam persepsi masyarakat.

“Selama presepsi masyarakat terhadap Presiden Jokowi positif, elektabilitas PDIP akan baik,” kata Djayadi seperti dikutip dari Tempo.co pada Kamis (25/1/2018).

Menurut Djayadi, baik pendukung PDIP atau bukan, elektabilitas partai tergantung pada kinerja Presiden Jokowi. Survei yang melibatkan 1.220 responden, dengan margin error 3.1 persen ini, masih kata Djayadi, membuktikan kepuasan publik atas kinerja Presiden Jokowi.

Di sisi lain, elektabilitas partai politik masih bisa naik di tahun Pilkada ini. Partai politik yang masih memiliki elektabilitas tidak aman saat ini, jelasnya, belum bisa dijadikan patokan.

Elektabilitas partai di bawah batas 4 persen seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) masih memiliki peluang untuk menaikkan elektabilitasnya. Apalagi, jelasnya, tahun ini ada pemilihan kepala daerah. Merupakan waktu yang baik bagi partai politik menggerakkan mesin partainya.

“Sekarang, mesin partai politik belum bergerak,” kata Djayadi.

Jika PDIP Tidak Calonkan Jokowi

Pada survei sebelumnya SMRC juga pernah menanyakan apakah responden akan memilih partai dan kandidat yang didukung bila pemilu diadakan saat ini. Sebanyak 49,9 persen responden memilih dan 26,2 persen tidak memilih.

Djayadi mengatakan, jumlah itu turun drastis ketika PDIP tak mencalonkan Jokowi sebagai capres. Dengan kondisi ini, hanya 37,7 persen responden yang menjawab memilih dan 38 persen menyatakan tidak memilih.

“Sangat signifikan pengaruh Jokowi pada partai PDIP. Sama dengan Golkar, jika Jokowi dicalonkan sebagai Presiden, maka akan membawa pengaruh positif pada elektabilitas partai Golkar,” sambung Djayadi seperti dikutip dari Metrotvnews.com pada Rabu (3/1/2018). (infonawacita)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Kementerian PU Hibahkan SPAM Tangkel ke Pemkab Bangkalan, Bupati Lukman: Jadi Pengungkit Investasi

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendapat tambahan aset strategis untuk memperkuat pelayanan ...
KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...