Kamis
30 April 2026 | 10 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Suroan, Pengurus Ranting Sawotratap Sidoarjo Adakan Gebyar Seni dan Budaya Nusantara

IMG-20230719-WA0056_copy_900x507

Pentas musik, jaranan, hingga ziarah makam leluhur.

SIDOARJO – Memperingati 1 Muharam dan 1 Suro (Suroan) pada Rabu (19/7/2023), Pengurus Ranting (PR) Desa Sawotratap Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo mengadakan pagelaran kesenian dan kebudayaan.

Acara dilaksanakan di jalan frontage Sawotratap, sebelah utara SMA Hang Tuah 2 Gedangan. Warga setempat dan sekitar berduyun-duyun menyaksikan acara. Maklum, pagelaran menampilkan kebudayaan khas Jawa di kota ini kurang masif.

Menurut Ketua Panitia Acara, Siti Choiriyah, pagelaran murni inisiatif dari Pengurus Ranting Sawotratap. Acara terlaksana berkat gotong royong berbagai pihak. Baik berupa tenaga, pikiran, dan pendanaan.

Bagi Siti dan rekan-rekannya di kepengurusan PDI Perjuangan, acara semacam ini wujud pengamalan ajaran Bung Karno:  berkepribadian di bidang budaya.

“Untuk menjaga kelestarian kesenian dan kebudayaan kita (Indonesia),” kata Siti.

Pada kesempatan itu Siti juga berterimakasih kepada anak-anak muda, pegiat karang taruna, yang terlibat dalam kepanitiaan, pemandu acara, hingga pertunjukan musik.

Tak Abai Sejarah, Ziarah Makam 3 Leluhur

Ziarah makam leluhur menjadi bagian acara. Ketua Pengurus Ranting Desa Sawotratap, Sujono mengatakan, warga Sawotratap mempunyai tiga leluhur.

“Mbah Kunti, Mbah Surojoyo, Mbah Rembes, adalah yang babat alas Desa Sawotratap,” katanya.

Karena itu, lanjut Sujono, ziarah makam menjadi penting untuk dilaksanakan.

“Tidak sekadar mendoakan arwah leluhur, tetapi ada semangat nguri-uri (melestarikan), agar kita tak lupa sejarah, tetap ingat cikal bakal dari mana kita, desa ini berawal,” katanya.

Roda Ekonomi Lokal Berputar

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan Sidoarjo sekaligus pembina PAC Gedangan, Tri Endroyono, tampak bersemangat mendukung suksesnya acara.

Menurut dia, kesenian dan kebudayaan lokal menjadi perhatian khusus bagi PDI Perjuangan. Sebab di era digital saat ini, berbagai kebudayaan di dunia dengan plus minusnya mampu melintasi batas-batas kewilayahan negara.

“Acara ini tentang bagaimana kita menjaga seni budaya kita. Partisipasi anak-anak muda dalam acara ini, adalah upaya untuk mewariskan kebudayaan kita kepada mereka,” katanya.

Sementara dampak langsung dari acara ini, lanjut dia, setidaknya membuat roda ekonomi masyarakat kecil berputar.

Para pedagang makanan dan minuman turut berbondong mengais rezeki di tempat acara. Demikian pula juru parkir, kios bensin eceran turut ketiban berkah.

“Pedagang-pedagang kecil jualannya laris manis,” kata Tri Endro. (ian/hs)


BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Indah Kurnia Dorong Gaya Hidup Sehat, Ingatkan Bahaya Penyakit Tidak Menular

Indah Kurnia dorong gaya hidup sehat dan ingatkan bahaya penyakit tidak menular melalui edukasi Germas dan kontrol ...
KRONIK

PDIP Turun ke Buruh Rokok Malang, Deni Tegaskan Partai Harus di Barisan Terdepan Bela Pekerja

PDIP turun langsung ke buruh rokok Malang jelang May Day 2026. Deni Wicaksono tegaskan partai di barisan terdepan ...
KRONIK

KBS Berhasil Kembangbiakkan Komodo, Eri Cahyadi: Bisa Menaikkan Animo Masyarakat

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Kebun Binatang Surabaya (KBS) ...
UMKM

UMKM Keripik di Ngawi “Tercekik” Kenaikan Harga Kedelai, Migor dan Plastik

NGAWI – Geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) keripik tempe di Kabupaten Ngawi tengah diuji oleh lonjakan ...
SEMENTARA ITU...

Ratusan Guru di Nganjuk Dibekali Ilmu Jurnalistik dan Cara Bikin Konten untuk Promosikan Pendidikan

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Diklat Jurnalistik ...
SEMENTARA ITU...

Dari Jual Bubur ke Tanah Suci: Kisah Mbah Marsiyah, CJH Tertua yang Dapat Kursi Roda dari Mas Dhito

Kisah Mbah Marsiyah (105), CJH tertua Indonesia asal Kediri, yang menabung dari jual bubur hingga berangkat haji ...