Rabu
07 Oktober 2026 | 8 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dari Jual Bubur ke Tanah Suci: Kisah Mbah Marsiyah, CJH Tertua yang Dapat Kursi Roda dari Mas Dhito

pdip jatim 260430 cjh tertua 1

Kisah Mbah Marsiyah (105), CJH tertua Indonesia asal Kediri, yang menabung dari jual bubur hingga berangkat haji dan mendapat kursi roda dari Mas Dhito.

KEDIRI — Hari itu, Rabu (29/4/2026), Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana mendatangi sebuah rumah sederhana di Desa Bulu, Kecamatan Semen.

Bupati muda tersebut datang membawa sesuatu yang sederhana—namun penuh makna: sebuah kursi roda.

Yang ia datangi adalah rumah Mbah Marsiyah, perempuan 105 tahun, yang disebut sebagai calon jamaah haji (CJH) tertua di Indonesia tahun ini.

“Yang dibutuhkan hanya kursi roda,” ujar Mas Dhito, usai menyapa langsung Mbah Marsiyah.

Namun sebenarnya, yang dibawa bukan sekadar kursi roda. Ada perhatian. Ada penghormatan. Dan ada cerita panjang yang akhirnya menemukan ujungnya: berangkat ke Tanah Suci.

Di usia lebih dari satu abad, Mbah Marsiyah tak sekadar bertahan. Ia masih ingat. Masih paham. Masih bisa bercerita.

Mas Dhito pun mengaku takjub.

Secara fisik, Mbah Marsiyah memang sudah renta. Tapi secara kognitif, ia masih sangat baik. Bahkan bisa diajak ngobrol ringan, penuh kesadaran.

Harapan pun menguat: perjalanan hajinya tahun ini bukan sekadar mungkin—tapi insya Allah bisa dijalani dengan baik.

Apalagi, ia tidak sendiri. Anak keduanya, Muidah (63), akan mendampingi sepanjang perjalanan ibadah.

Perjalanan Mbah Marsiyah bukan cerita instan.

Puluhan tahun lalu, keinginan berhaji sudah tumbuh. Tapi keinginan saja tidak cukup. Ia menabung. Sedikit demi sedikit. Dari hasil jualan bubur.

“Kawit sadean niko pingin minggah haji,” tuturnya pelan.

Namun jalan tidak selalu mulus.

Tahun 2014, lapak buburnya terdampak pasir letusan Gunung Kelud. Usaha berhenti. Tapi mimpi tidak.

Ia tetap menabung, sekuat yang ia bisa. Hingga akhirnya, 2026 menjadi jawaban dari doa panjang itu.

Mas Dhito memastikan, jamaah lansia seperti Mbah Marsiyah akan mendapat perhatian khusus.

Tahun ini, sekitar enam petugas pendamping haji daerah disiapkan untuk mendampingi lebih dari seribu CJH dari Kabupaten Kediri.

“Jamaah lansia menjadi fokus kita,” tegas bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu.

Kursi roda yang diberikan bukan sekadar alat bantu. Tapi bagian dari ikhtiar agar ibadah bisa dijalani dengan lebih ringan.

Pertemuan itu ditutup sederhana. Tidak ada seremoni panjang. Hanya obrolan ringan. Doa. Dan satu hal kecil yang justru terasa hangat: oleh-oleh jeruk dari Mbah Marsiyah.

“Tadi saya nitip doa, juga dibekali jeruk biar dapat barokahnya,” ujar Mas Dhito sambil tersenyum.

Di sisi lain, Mbah Marsiyah hanya menjawab singkat, tapi cukup untuk menjelaskan segalanya. “Nggih remen,” katanya. Ia bahagia.

Kisah Mbah Marsiyah bukan hanya tentang haji.

Ini tentang ketekunan. Tentang sabar yang tidak banyak bicara. Tentang mimpi yang tidak padam meski usia sudah melewati satu abad.

Dari mangkuk bubur sederhana, menuju langkah-langkah kecil di Tanah Suci.

Dan mungkin, di situlah letak keindahannya: bahwa doa yang dijaga lama, selalu menemukan jalannya. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...
KRONIK

Pejabat Banyuwangi Jalani Tes Urine dan Tandatangani Pakta Integritas Bebas Narkoba

BANYUWANGI – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mulai camat hingga kepala Organisasi Perangkat ...
EKSEKUTIF

Sanusi Tegaskan Program Sampah di Malang Tak Boleh Berhenti Jadi Pilot Project

MALANG – Bupati Malang Sanusi menegaskan penanganan sampah tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan atau ...