Sabtu
12 September 2026 | 2 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Straits Times: Puan Maharani Layak Diperhitungkan

pdip jatim - puan menko

pdip jatim - puan menkoSINGAPURA – Banyak yang kaget ketika Puan Maharani ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan. Tak sedikit yang mempertanyakan kompetensi dan pengalaman putri Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Namun, Straits Times mengatakan, Puan Maharani, yang secara harafiah berarti permaisuri, layak menyandang nama tersebut. Tidak hanya itu, Puan adalah generasi baru penyandang estafet politik dari keluarga politik paling berpengaruh di Indonesia.

Walaupun kurang berpengalaman di bidang pemerintahan dan merupakan anggota kabinet termuda, Straits Times menuliskan Puan bukanlah wajah baru di belantara politik Indonesia. Puan berusia14 tahun ketika ibunya pertama kali menjadi anggota DPR tahun 1987.

Puan menyaksikan sendiri bagaimana Presiden Soeharto mengorkestrakan upaya penggulingan Megawati dari jabatan Ketua Umum PDI-Perjuangan ketika popularitasnya terus menanjak. Menteri berumur 41 itu juga saksi sejumlah kejadian-kejadian politik penting lainnya, seperti kemenangan PDI-Perjuangan di pemilu legislatif 1999, kegagalan Megawati menjadi presiden di tahun yang sama, dan lainnya.

Seiring berjalannya waktu, Puan menjadi sosok kepercayaan Mega. Ia kerap mendampingi ibunya ketika menjadi presiden ke-5 Indonesia. Puan juga ikut mendistribusikan bantuan-bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah bencana.

Straits Times menuliskan karier Puan Maharani mulai melesat ketika dia menjadi Ketua Sayap Wanita PDI-Perjuangan pada 2007. Puan kemudian maju sebagai calon DPR di pemilu legislatif 2009. Puan dengan gemilang meraih 242.504 suara, perolehan suara tertinggi kedua di Indonesia setelah Edhie Baskoro Yudhoyono yang meraih 327.097 suara.

Puan pun mulai mengambil peran yang lebih besar dengan menjadi Ketua DPP Politik PDI-Perjuangan hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua Fraksi PDI-Perjuangan pada 2011. Ia juga berjasa memenangkan Ganjar Pranowo di Pemilu Jawa Tengah Tahun pada 2013.

Ia juga mengemban jabatan Ketua Bappilu PDI-Perjuangan pada pemilu legislatif 2014. Ia pun sempat diprediksi menjadi Ketua DPR 2014-2019. Namun, apa daya istri Happy Hapsoro ini gagal mendapatkan kursi tersebut menyusul kekalahan Koalisi Indonesia Hebat di Parlemen.

Walaupun begitu, Puan dipercaya Presiden Joko Widodo memegang posisi krusial di kabinet. Diwawancarai Majalah Femina baru-baru ini, ia menceritakan keterpurukan PDI-Perjuangan di pemilu legislatif 2004 dan kekalahan Megawati di pilpres 2004 menjadi titik masuknya ke dunia politik.

“Bagaimana PDI-P bisa kalah seperti itu? Padahal, di pemilu 1999, kita meraih 33 persen,” Puan bertutur. Mendiang ayahandanya Taufik Kiemas ketika itu menjawab Puan jika kamu ingin tahu jawabannya, bergabunglah ke kancah politik.

Puan mengatakan, Taufiq adalah guru yang banyak memberikan pelajaran politik secara nyata. Almarhum, kata Puan, kerap mengajaknya dalam pertemuan-pertemuan dengan sejumlah tokoh penting.

“Saya tidak tahu apa yang perlu diucapkan dalam pertemuan itu. Namun, papa berkata bahwa saya tidak perlu ngomong, yang penting saya mendengar. Sekarang beliau sudah tiada, dan saya menyadari mengapa beliau selalu meminta saya ikut.”

“Dengan menghadiri pertemuan itu, saya belajar mengenal tokoh-tokoh itu, apa yang didiskusikan Pak Taufik, dan juga mengerti posisi politik mereka. Bagi saya ini adalah pelajaran yang sangat penting” Puan melanjutkan ceritanya.

Pengamat politik dari Habibie Center Achmad Sukarsono mengatakan, penunjukan Puan sebagai menteri bukanlah tanpa sebab.

“Puan memiliki sesuatu yang tidak dimiliki yang lainnya- darah Soekarno dan hubungan langsung dengan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Politik terbesar di Indonesia” Achmad Sukarsono

Achmad menuturkan penunjukan Puan sebagai menteri sangatlah krusial untuk kelangsungan politik Presiden Jokowi. Melesatnya karir Puan juga akan menjadi titik yang penting di tengah perdebatan di internal PDIP mengenai apakah partai berlambang banteng itu harus terus dipimpin oleh keturunan Soekarno atau oleh sosok yang bukan darah Soekarno. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...