Kamis
08 Oktober 2026 | 9 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Stok Beras dan Gula Aman, Ketua DPRD Nganjuk: Tak Perlu Panik

pdip-jatim-tatit-bulog1

NGANJUK – Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono minta masyarakat tidak perlu panik soal kebutuhan bahan pokok beras dan gula di saat adanya upaya semua pihak melawan pandemi virus Corona (Covid-19).

Pasalnya, dua kebutuhan pokok masyarakat itu di wilayah Nganjuk sangat mencukupi. Hal itu dia sampaikan usai meninjau gudang Bulog di Loceret, dan Pabrik Gula (PG) Lestari di Patianrowo bersama Forkopimda Nganjuk, Senin (30/3/2020).

“Kita tidak perlu panik menghadapi pandemi Covid-19, tidak perlu membeli kebutuhan pokok secara berlebihan. Stok masih aman hingga empat bulan kedepan. Apalagi bulan depan petani kita sudah mulai panen,” kata Tatit. 

Menurut Tatit, stok beras di Nganjuk saat ini mencapai 32 ribu ton, dan masih akan bertambah setelah panen raya April nanti. Dia memprediksi sedikitnya ada 24 ribu ton beras yang dipanen.  

Dengan panenan itu, Tatit optimistis stok beras Nganjuk akan mencukupi. Apalagi, dia sudah menginstruksikan agar hasil panenan Nganjuk tidak dibawa ke luar Kota Angin.

“Dispertan akan berkoordinasi dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Mereka harus bersinergi dengan Bulog,” lanjutnya. 

Setelah dipastikan kebutuhan gula dan beras tercukupi, kata Tatit, bakal dilakukan operasi pasar. Operasi pasar pertama dilakukan di Pasar Wage I dan Pasar Wage II. Selanjutnya, titik lain akan digelar di Pasar Berbek.

Soal berapa jumlah beras yang akan digelontor dalam masa penanganan Covid–19 ini, Tatit menyebut masih akan dibahas lebih lanjut dengan tim gabungan.

Yang jadi perhatian pemkab saat dilakukan operasi pasar adalah tindakan penimbunan yang biasanya dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum baik dari kepolisian, kejaksaan dan TNI untuk ikut mengawasi pelaksanaan operasi pasar,” bebernya sembari minta agar penimbun ditindak tegas.

Warga yang membeli sembako di operasi pasar nantinya harus menaati protokol kesehatan. Mulai tidak bergerombol, dan memakai masker.

Juga harus tersedia tempat cuci tangan di lokasi operasi pasar. “Petugas pasar atau yang melaksanakan operasi pasar ini harus mengetahui protokoler itu,” tegasnya. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...