Minggu
09 Agustus 2026 | 2 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Stok Beras dan Gula Aman, Ketua DPRD Nganjuk: Tak Perlu Panik

pdip-jatim-tatit-bulog1

NGANJUK – Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono minta masyarakat tidak perlu panik soal kebutuhan bahan pokok beras dan gula di saat adanya upaya semua pihak melawan pandemi virus Corona (Covid-19).

Pasalnya, dua kebutuhan pokok masyarakat itu di wilayah Nganjuk sangat mencukupi. Hal itu dia sampaikan usai meninjau gudang Bulog di Loceret, dan Pabrik Gula (PG) Lestari di Patianrowo bersama Forkopimda Nganjuk, Senin (30/3/2020).

“Kita tidak perlu panik menghadapi pandemi Covid-19, tidak perlu membeli kebutuhan pokok secara berlebihan. Stok masih aman hingga empat bulan kedepan. Apalagi bulan depan petani kita sudah mulai panen,” kata Tatit. 

Menurut Tatit, stok beras di Nganjuk saat ini mencapai 32 ribu ton, dan masih akan bertambah setelah panen raya April nanti. Dia memprediksi sedikitnya ada 24 ribu ton beras yang dipanen.  

Dengan panenan itu, Tatit optimistis stok beras Nganjuk akan mencukupi. Apalagi, dia sudah menginstruksikan agar hasil panenan Nganjuk tidak dibawa ke luar Kota Angin.

“Dispertan akan berkoordinasi dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Mereka harus bersinergi dengan Bulog,” lanjutnya. 

Setelah dipastikan kebutuhan gula dan beras tercukupi, kata Tatit, bakal dilakukan operasi pasar. Operasi pasar pertama dilakukan di Pasar Wage I dan Pasar Wage II. Selanjutnya, titik lain akan digelar di Pasar Berbek.

Soal berapa jumlah beras yang akan digelontor dalam masa penanganan Covid–19 ini, Tatit menyebut masih akan dibahas lebih lanjut dengan tim gabungan.

Yang jadi perhatian pemkab saat dilakukan operasi pasar adalah tindakan penimbunan yang biasanya dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum baik dari kepolisian, kejaksaan dan TNI untuk ikut mengawasi pelaksanaan operasi pasar,” bebernya sembari minta agar penimbun ditindak tegas.

Warga yang membeli sembako di operasi pasar nantinya harus menaati protokol kesehatan. Mulai tidak bergerombol, dan memakai masker.

Juga harus tersedia tempat cuci tangan di lokasi operasi pasar. “Petugas pasar atau yang melaksanakan operasi pasar ini harus mengetahui protokoler itu,” tegasnya. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Besuki Tingkatkan Kemenangan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Jajaran Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Besuki resmi terbentuk. ...
LEGISLATIF

Andreas Dorong Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Jadi Korban Penipuan Digital

MALANG – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong masyarakat memperkuat literasi keuangan di tengah ...
SEMENTARA ITU...

Lewat Dramasoka Pendekar Caping Gunung, Rijanto Ajak Warga Guyub Bangun Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan gotong royong sebagai modal utama ...
LEGISLATIF

Anggota Dewan Ratih Damayanti Bantu Warga Tak Mampu yang Koma 3 Hari dan Terkendala BPJS

LUMAJANG – Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lumajang yang juga menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Kabupaten ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Gelar Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

TUBAN– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban terus mematangkan rencana perlindungan sosial bagi kader. Sebagai langkah ...
OLAHRAGA

Anang Maruf dan Yusuf Ekodono Gabung Soekarno Cup, Dorong Talenta Pelosok Naik Panggung

Legenda Timnas Indonesia Anang Maruf dan Yusuf Ekodono bergabung di Soekarno Cup 2026 karena ingin memperluas ...