Kamis
22 Oktober 2026 | 3 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosialisasikan Gerakan Cegah Perkawinan Anak, Novita Hardini Ajak Santri Menjadi Pejuang Masa Kini

pdip-jatim-231025-novi-perak-2

TRENGGALEK – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini mengajak santri bisa menjadi pejuang-pejuang masa kini dengan menjadi agen perubahan mengajak teman sebaya menjadi generasi harapan bangsa.

Ajakan itu dia sampaikan di acara sosialisasikan gerakan Cegah Perkawinan Anak (Cepak) dan peningkatan kapasitas Pondok Pesantren Ramah Anak, di Kecamatan Dongko, Selasa (24/10/2023).

Angka perkawinan usia anak menjadi salah satu alasan Master Of Economic UIN Satu itu berupaya menggerakkan semua lini yang ada untuk bisa menjaga generasi penerus, menjadi generasi berkualitas.

Menurut Novita, hamil di usia muda sangatlah berisiko. Karena selain belum matang dan berisiko anak cacat atau stunting karena rahim anak belum kuat.

Pernikahan di usia belum matang, sebutnya, akan membebani orangtua dan cenderung menciptakan kemiskinan baru. Hal inilah yang mejadikan alasan kenapa istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin itu getol memerangi perkawinan anak.

“Menikah itu tidak hanya modal cinta, perlu dibarengi ilmu dan pengetahuan cukup. Alasannya karena menikah itu tujuannya mencari berkah. Maka dari itu menikah itu perlu dibarengi pengetahuan dan bekal yang cukup, sehingga dapat mencapai tujuan yang di inginkan keluarga yang berkah dan sejahtera,” tutur Novita.

Dalam kesempatan itu, dia mengajak santri tidak hanya ngaji Al Quran melainkan juga mau mengaji kehidupan. “Ada tanggung jawab kita mengajak teman sebaya kita menjadi generasi harapan Kabupaten Trenggalek. Aktifkan lingkungan kita menjadi lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Tugas kita saat ini, tambah dia, tidak hanya dalam lingkup keluarga melainkan juga berjuang untuk lingkungan dan juga Trenggalek. “Ajak para santri bisa menjadi pejuang-pejuang masa kini,” imbaunya.

Novita berharap di Kecamatam Dongko bisa dibuka ruang-ruang diskusi untuk generasi muda. Sehingga diakusi tidak hanya pada ruang-ruang resmi saja, bisa dilakukan sewaktu waktu meskipun di ruang terbuka.

Penggiat perempuan dan anak itu menambahkan, generasi muda punya hak untuk diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam menyampaikan pendapat.

Menurutnya, korban kekerasan verbal lebih cenderung tidak berani bersuara melaporkan kekerasan yang dihadapi. Diharapkan dengan adanya fasilitas ruang diskusi mereka berani bersuara.

Novita Hardini juga berharap generasi muda bisa menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan dunia digital. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...