Selasa
21 April 2026 | 10 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soroti Kenaikan Harga Pertamax, Kusnadi: Tidak Tepat Diterapkan Sekarang

pdip-jatim-dprd-jatim-141221-kusnadi-a

SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi, menilai, kebijakan naiknya harga pertamax tidak tepat untuk diterapkan saat ini. Seperti diketahui, per 1 April 2022 pemerintah resmi menaikkan harga pertamax dari Rp 9 ribu menjadi RP 12.500-13.500 per liter.

“Jadi, kalau tidak tepat, tunda dulu kebijakannya, karena pada saat ini kondisi masyarakat sedang sulit. Kita terkena Covid-19 yang sampai sekarang belum selesai semua,” ujarnya, Senin (4/4/2022).

Ia percaya bahwa keputusan yang telah dibuat oleh pemerintah telah melewati beberapa kajian. Namun, ia menyayangkan kurangnya kepekaan terhadap kondisi sosial yang sedang terjadi. Bisa jadi hal itu malah memberatkan, terutama bagi masyarakat yang berusaha memulihkan ekonominya.

“Jadi, secara teknis saya percaya kenaikan harga pertamax itu sudah diperhitungkan, tapi secara sosiologis bagi saya tidak tepat. Harus ditunda kebijakannya, setidak-tidaknya nanti sampai selesai Lebaran,” ucapnya.

Dengan naiknya harga pertamax, maka harga transportasi dan barang juga meningkat. Hal itu dapat menyulitkan masyarakat, terutama saat Ramadan yang diwarnai beragam kegiatan, seperti membagikan takjil, megengan, dan sebagainya.

“Walaupun betul, bahwa tidak semua mereka pakai pertamax, tapi residu yang dihasilkan pertamax dan pertalite itu berbeda. Akibat dari perbedaan itu juga bisa membuat mesin jadi lebih cepat rusak,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Selain itu, tambah Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu, bisa berimbas pada stok bahan bakar lain seperti pertalite dan solar. Untuk itu, ia mengimbau pihak Pertamina untuk mengantisipasi adanya kelangkaan BBM akibat dari kenaikan harga pertamax.

“Kita minta betul agar diantisipasi kelangkaan minyak yang terjadi. Mungkin ada pergeseran pembeli yang sebelumnya membeli pertamax beralih ke pertalite, sehingga volume pertalite jadi lebih tinggi dan pertamax jadi lebih rendah,” pungkasnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Puan Maharani: Perempuan Indonesia Harus Ikut Rancang Ruang Pengambilan Keputusan

Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan hadir ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Gembleng Kader Muda di Sekolah Politik, Siapkan Mesin 2029

PDIP Kabupaten Madiun akan menggembleng kader muda melalui sekolah politik sebagai strategi menghadapi Pemilu 2029 ...
KRONIK

Indi Naidha Tekankan Akses Kerja dan Beasiswa bagi Disabilitas Jember 

Indi Naidha menegaskan pemerintah wajib memberdayakan penyandang disabilitas dan mendorong implementasi Perda ...
KRONIK

Wiwin Sumrambah Salurkan Bantuan Alsintan untuk Petani Jombang

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menyerahkan bantuan alat dan ...
KRONIK

Industri Makin Banyak, Ini Strategi Pemkab Ngawi Agar Tenaga Kerja Lokal Terserap Maksimal

NGAWI – Pertumbuhan industri di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada ...
KRONIK

Deni Wicaksono Tekankan Restrukturisasi PDIP Kabupaten Madiun, Siapkan Mesin Politik 2029

Deni Wicaksono menegaskan Musancab PDIP se- Kabupaten Madiun sebagai bagian restrukturisasi organisasi untuk ...