Selasa
20 Oktober 2026 | 4 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puan Maharani: Perempuan Indonesia Harus Ikut Rancang Ruang Pengambilan Keputusan

pdip jatim 260421 pm

Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan hadir dalam pembangunan Indonesia.

JAKARTA — Puan Maharani menegaskan perempuan harus ikut merancang ruang-ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan benar-benar hadir dalam pembangunan Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Puan dalam momentum peringatan Hari Kartini 2026, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, keterlibatan perempuan tidak cukup hanya sebagai pelengkap di ruang keputusan, tetapi harus menjadi bagian dari perancang sistem itu sendiri.

“Perempuan harus ikut merancang ruang pengambilan keputusan agar perspektif perempuan dipertimbangkan dalam pembangunan,” ujar Puan.

Dia menilai, perempuan selama ini telah membuktikan kapasitasnya dalam berbagai sektor. Karena itu, pertanyaan saat ini bukan lagi soal kemampuan, melainkan sejauh mana sistem memberi ruang.

Puan menegaskan, menyertakan perempuan bukan sekadar kebijakan afirmatif, tetapi bagian dari penghormatan terhadap harkat manusia sekaligus strategi memperkuat bangsa.

“Perempuan bukan objek, tapi subjek aktif dalam menentukan arah perjalanan bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Puan menyoroti pengalaman hidup perempuan yang unik, yang kerap diasosiasikan dengan peran merawat. Namun, menurutnya, makna tersebut tidak boleh dibatasi pada ranah domestik semata.

“Peran merawat juga bagian dari kepemimpinan dan pembangunan,” kata legislator yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut.

Dalam konteks itu, ia menekankan pentingnya memastikan pengalaman dan perspektif perempuan hadir dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Puan juga mengaitkan hal tersebut dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang mendorong perubahan melalui keberanian berpikir dan bertindak.

Menurutnya, perempuan Indonesia saat ini tidak lagi menunggu perubahan, tetapi sudah menjadi bagian dari penggerak utama.

Ia pun mengajak seluruh elemen untuk memastikan pembangunan Indonesia berjalan inklusif, tanpa meninggalkan satu pun kelompok.

“Bangsa ini butuh dua sayap—perempuan dan laki-laki—agar bisa terbang tinggi,” ujarnya. (goek)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...