Selasa
21 Juli 2026 | 5 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kader Banteng Jatim Kirim Doa untuk Almarhum Kusnadi dan Tokoh-tokoh PDI Perjuangan

pdip jatim 251222 tahlil p kus 1

SURABAYA – Sehari pasca perhelatan konsolidasi kepengurusan, DPD PDI Perjuangan menggelar acara doa serta pembacaan Surat Yasin dan tahlil untuk almarhum/almarhumah tokoh-tokoh Banteng, Senin (22/12/2025) malam.

Acara yang digelar di hari ke-7 meninggalnya mantan Ketua DPD PDIP Jatim sekaligus mantan Ketua DPRD Jatim, H Kusnadi, itu berlangsung di aula Megawati Soekarnoputri, kantor DPD PDIP Jatim di Surabaya.

Sedikitnya 200 kader Banteng dari badan, sayap Partai, satgas, dan kesekretariatan DPD PDIP Jatim mengikuti acara tersebut dengan khusyuk.

Tampak Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono, hadir. Juga hadir jajaran pengurus DPD PDIP Jatim, yang baru dilantik saat Konferda di Shangri-La pada Sabtu (20/12/2025), serta anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim.

“Pas di malam 7 hari meninggalnya P Kusnadi, kita kirim doa, membaca surat Yasin, dan tahlil untuk tokoh-tokoh Partai yang sudah berpulang. Seperti Bung Karno, Bapak H.M. Taufiq Kiemas, Prof Dr. H. Hamka Haq, Bapak Ir. H. Sutjipto, Bapak YA. Widodo, Bapak H. Kusnadi, dan almarhum/almarhumah pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim lainnya,” jelas Deni Wicaksono, usai acara.

Rangkaian acara dimulai dengan khataman Al-Quran oleh tim Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Jawa Timur.

Pembacaan Surat Yasin yang dipimpin KH Shofiuddin, dan pembacaan tahlil-dzikir Bida’ oleh KH Qodi Syafii. Sedang doa dipimpin KH Abdul Wahab Yahya dan KH Mustaji Sufi.

Deni Wicaksono mengatakan, peran dan dharma bakti para tokoh Partai yang yang sudah berpulang, sangat besar dan jadi kekuatan PDI Perjuangan.

Menurutnya, mereka adalah sosok-sosok pejuang sejati. “Kita doakan dengan ikhlas untuk mereka yang sudah berjuang bersama kita,” ujarnya.

Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa DPD PDIP Jatim, KH. Abdul Wahab Yahya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi penghormatan sekaligus kirim doa untuk Kusnadi, dan tokoh yang membersamai dan membesarkan PDI Perjuangan.

“Doa juga ditujukan untuk para pendiri PDI Perjuangan, termasuk Bung Karno. Pengajian akan diadakan rutin, kalau kita kirimi Surat Al-Fatihah, maka dia seakan-akan ditolong oleh doa itu supaya bisa selamat,” ujar KH. Abdul Wahab.

Untuk almarhum Kusnadi, dia menyebut sebagai sosok yang gigih, selalu bersama rakyat dan menjadi teladan.

“Almarhum merupakan sosok pejuang dari PDIP yang harus dihormati. Doa dipanjatkan agar dosa almarhum diampuni dan kuburnya dilapangkan oleh Allah,” sebut dia.

“Pengajian dan doa untuk para tokoh PDI Perjuangan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan dengan Yang Maha Esa dan semangat perjuangan anggota,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...