Minggu
20 September 2026 | 4 : 48

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Industri Makin Banyak, Ini Strategi Pemkab Ngawi Agar Tenaga Kerja Lokal Terserap Maksimal

IMG-20260420-WA0012_copy_933x639

NGAWI – Pertumbuhan industri di Kabupaten Ngawi terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 16 perusahaan penanaman modal asing (PMA) yang berinvestasi di wilayah tersebut. Sejumlah pabrik bahkan masih dalam tahap pembangunan.

Masuknya investasi baru diharapkan mampu membuka lapangan kerja luas bagi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ngawi menyiapkan sejumlah strategi agar tenaga kerja lokal bisa terserap maksimal di perusahaan-perusahaan yang beroperasi.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengatakan, sedikitnya ada tiga langkah utama yang disiapkan, yakni program pemagangan, kerja sama dengan lembaga pendidikan, serta pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK).

Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan ke PT Sintec di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Senin (20/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, dilakukan sosialisasi larangan diskriminasi rekrutmen tenaga kerja.

“Harapan besar masyarakat dari investasi yang masuk adalah semakin mudah mendapatkan peluang kerja. Itu yang menjadi penekanan kami,” ujar Wabup Antok.

Pemetaan kebutuhan keterampilan
Menurutnya, pemerintah daerah juga mulai memetakan kebutuhan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Seperti operator produksi, assembling, dan bidang teknis lainnya. Langkah itu dilakukan agar warga Ngawi sudah siap saat pabrik mulai beroperasi.

“Kesempatan kerja ini harus benar-benar bisa dimanfaatkan warga Kabupaten Ngawi, bukan justru diambil tenaga kerja dari luar daerah,” tegas Dwi Rianto Jatmiko.

Salah satu perusahaan yang tengah bersiap beroperasi adalah PT Sintec. Pabrik tersebut saat ini masih dalam proses pembangunan. Pabrik alas kaki tersebut diproyeksikan membutuhkan sekitar 10 ribu tenaga kerja.

Sinergikan kurikulum
Sementara itu, jumlah lulusan usia kerja di Ngawi setiap tahun diperkirakan sekitar 27 ribu orang. Namun setelah dikurangi yang melanjutkan kuliah dan berwirausaha, potensi tenaga kerja yang siap masuk industri sekitar 18 ribu hingga 20 ribu orang.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemkab Ngawi mendorong program pemagangan sebagai kerja sama antara perusahaan dan pemerintah daerah. Pemda menyiapkan tenaga kerja, sedangkan perusahaan menyiapkan pola pelatihan kerja.

Selain itu, pemerintah juga menjalin sinergi dengan SMK di Ngawi agar kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan sekolah bisa langsung terserap dunia kerja.

“Kalau kebutuhan perusahaan sudah diketahui sejak awal, maka siswa bisa dilatih sesuai kompetensi yang dibutuhkan. Saat lulus, mereka siap bekerja,” jelasnya.

Bagi lulusan yang belum memiliki keterampilan khusus, Pemkab juga mengandalkan pelatihan melalui BLK agar lebih siap bersaing di dunia industri. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Mia Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS Kesehatan Pekerja

MALANG — Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperketat ...
KRONIK

Haru Penjaja Tape Anaknya Dikhitankan Kader Banteng dan Sejumlah Komunitas

MAGETAN — Biaya khitan bagi sebagian masyarakat kerap menjadi beban finansial yang tidak ringan, terutama bagi ...
KRONIK

Ketika Lari Menjadi Panggung: Soekarno Run BWX 2026 dan Cerita Kreativitas dari Banyuwangi

PAGI itu, garis start Soekarno Run BWX 2026 tidak hanya dipenuhi pelari. Ada Indonesia yang datang dengan beragam ...
KRONIK

Soekarno Run BWX 2026, Anak Usia 4 Tahun Ikut Lari di Kategori 1K

BANYUWANGI – Anak-anak usia dini ikut ambil bagian dalam Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi. Bahkan, peserta ...
HEADLINE

Eri Cahyadi: Soekarno Run Ajarkan Generasi Muda Berdiri di Atas Kaki Sendiri

BANYUWANGI – Semangat berdiri di atas kaki sendiri menjadi pesan utama dalam Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi, ...
SEMENTARA ITU...

Romy Soekarno Dorong Gen Z Kawal Pemilu 2029 di Tengah Tantangan Digital

BLITAR – Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong generasi Z (Gen Z) memahami pengawasan partisipatif sejak ...