BLITAR — Soekarno Run Blitar 2026 melampaui target awal 4.200 peserta. Antusiasme masyarakat membuat jumlah pelari diperkirakan menembus lebih dari 5.000 orang. Tak hanya menyedot perhatian peserta dari berbagai daerah hingga mancanegara, ajang ini juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari perhotelan, rumah makan, hingga pelaku UMKM.
Bupati Blitar Rijanto mengaku terkesan dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang digelar di Kota Blitar, Minggu (8/11/2026). Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Soekarno Run tidak lepas dari persiapan yang matang, bahkan jumlah peserta di lapangan melampaui target yang ditetapkan panitia.
“Perencanaannya sangat baik dan pelaksanaannya tidak meleset dari rencana. Justru yang luar biasa, peserta dalam daftar 4.200 tapi nampaknya membeludak 5 ribu lebih,” ujar Rijanto.
Antusiasme tersebut terlihat dari asal peserta yang tidak hanya berasal dari Blitar dan daerah lain di Jawa Timur. Sejumlah pelari dari luar pulau hingga mancanegara turut ambil bagian. Salah satunya peserta dari Timor Leste.
Bagi Rijanto, kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa Soekarno Run berpotensi menjadi kegiatan berskala lebih luas sekaligus membawa manfaat bagi daerah penyelenggara.
“Ini sesuatu yang sangat baik sekali. Penyelenggaraan Soekarno Run ini semoga bisa membawa dampak yang luar biasa,” tambahnya.
Ia menilai, kegiatan tersebut menghadirkan dua manfaat sekaligus. Pertama, membangun semangat perjuangan dan ketangguhan generasi muda melalui olahraga. Nilai itu sejalan dengan ajaran Bung Karno bahwa cita-cita membutuhkan keuletan, ketangguhan, dan kesanggupan menghadapi berbagai ujian.
Kedua, menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dan pendamping meningkatkan aktivitas usaha di berbagai sektor, terutama penginapan, kuliner, dan UMKM.
“Hotel-hotel di Blitar penuh. Rumah makan, warung kuliner, UMKM semua bergerak. Harapan kita kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan secara rutin,” jelasnya.
Rijanto juga menyoroti tingginya keterlibatan generasi muda dalam Soekarno Run. Pesertanya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai pelajar, remaja, hingga dewasa yang mengikuti klasifikasi perlombaan berbeda.
Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang positif bagi anak muda untuk membangun kesehatan, kedisiplinan, dan semangat berkompetisi.
“Mereka sangat puas, sangat senang sekali,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi berharap Soekarno Run dapat mendorong semakin banyak generasi muda mencintai olahraga dan menerapkan pola hidup sehat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPP PDI Perjuangan, termasuk Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap Soekarno Run ini dapat meningkatkan semangat anak-anak muda untuk mencintai olahraga. Di situlah akan timbul jiwa yang sehat. Dengan badan yang sehat bisa berbuat banyak untuk kegiatan selanjutnya,” ujar Supriadi.
Soekarno Run Blitar 2026 mempertandingkan dua kategori, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Rute lomba menghubungkan sejumlah kawasan bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan hidup Bung Karno, sehingga peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga diajak mengenal jejak sejarah Sang Proklamator.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ganjar Pranowo, Djarot Saiful Hidayat, Bupati Blitar Rijanto, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, serta jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur dan DPC PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Blitar serta Tulungagung. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











