BLITAR – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mendorong generasi muda memiliki keberanian mengambil peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Idealisme, kreativitas, serta kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi harus diarahkan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memberikan kontribusi bagi bangsa.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai yang ingin dibangun melalui penyelenggaraan Soekarno Run 2026 di Kota Blitar, Minggu (8/11/2026). Menurut Hasto, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang untuk menggelorakan semangat perjuangan Bung Karno kepada generasi muda.
“Kami mengadakan Soekarno Run untuk menggelorakan semangat anak muda agar berani berlari di atas kaki sendiri. Anak-anak muda harus kreatif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bergerak dalam seluruh aspek kehidupan,” ungkap Hasto seusai berziarah di Makam Bung Karno, Kota Blitar, Sabtu (7/11/2026).
Ia menjelaskan, semangat berdikari yang diwariskan Bung Karno perlu diterjemahkan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk olahraga. Kemandirian tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan pengetahuan, kreativitas, dan kemampuan mengembangkan potensi secara terukur.
Hasto mencontohkan, pencapaian dalam olahraga membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknik serta metode latihan perlu dikembangkan berdasarkan kajian ilmiah agar kemampuan seseorang dapat meningkat secara optimal.
“Olahraga pun memerlukan sains untuk melihat bagaimana kita bisa mencapai target dengan sebaik-baiknya. Teknik-teknik yang digunakan harus dibangun berdasarkan kajian ilmiah. Jadi, olahraga juga mengandung muatan ilmu pengetahuan yang diperlukan untuk membangun kehidupan sehat,” ujarnya.

Selain semangat berdikari, Hasto menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri dan keberanian berpikir merdeka di kalangan anak muda. Menurutnya, kemampuan dan kreativitas generasi muda perlu disertai idealisme agar tidak hanya berorientasi pada kepentingan pribadi, tetapi juga diarahkan untuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Anak-anak muda harus percaya diri, berpikir merdeka, dan memiliki keberanian untuk mengabdi kepada bangsa dan negaranya. Dalam menghadapi tantangan apa pun, mereka harus digerakkan oleh idealisme bagi bangsa dan negara serta meneladani perjuangan para pendiri bangsa,” katanya.
Soekarno Run Blitar 2026 menghadirkan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K). Titik start berada di kawasan Istana Gebang, sedangkan garis finis berlokasi di Amphitheater Perpustakaan Bung Karno.
Lintasan lomba dirancang melewati sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan hidup Bung Karno. Peserta kategori 5K melintasi kawasan Istana Gebang, sementara peserta 10K juga melewati kompleks Makam Bung Karno.
Panitia memperkirakan sekitar 4.200 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 135 peserta berasal dari luar daerah, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur.
Kehadiran pelari dari berbagai wilayah juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Blitar, terutama melalui peningkatan aktivitas sektor penginapan, kuliner, dan transportasi. (yols/pr)
Baca juga:
Hasto: Pengorbanan Pahlawan Harus Diterjemahkan Jadi Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











