Minggu
08 November 2026 | 8 : 41

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hasto Ungkap Lima Resep Megawati agar Kader Tetap Setia pada Jalan Perjuangan

pdip jatim 261108 sekjen talkshow 1

BLITAR — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan lima prinsip yang diajarkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar kader tetap setia pada jalan perjuangan. Kelimanya meliputi keyakinan, keteguhan, keberanian, kesabaran, dan kebenaran.

Menurut Hasto, lima prinsip tersebut menjadi bekal penting bagi kader PDIP dalam menghadapi tekanan politik sekaligus menjaga konsistensi ideologi. Perjuangan politik, tegasnya, tidak boleh sekadar berorientasi pada perebutan kekuasaan, tetapi harus berpijak pada kepentingan rakyat, terutama kelompok yang tertindas.

Pesan itu disampaikan Hasto dalam talkshow Soekarno Way di Pendopo Ronggo Hadinegoro (RHN), Kabupaten Blitar, Sabtu (7/11/2026) malam. Kegiatan bertema “Lari Dalam Pikiran, Jalan Dalam Ideologi: Relevansi Soekarno Way untuk Generasi Hari Ini” tersebut dihadiri jajaran pengurus partai, sejumlah kepala daerah, mahasiswa, dan elemen masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono, Bupati Blitar Rijanto, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin.

Dalam pemaparannya, Hasto mengaitkan lima prinsip tersebut dengan pesan Megawati mengenai etika dalam menggunakan kekuasaan. Menurutnya, kekuasaan tidak boleh menjadi alat untuk memenuhi ambisi pribadi maupun kepentingan keluarga, melainkan harus digunakan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Prinsip pertama adalah keyakinan. Hasto menjelaskan, setiap orang, apa pun profesinya, harus memiliki keyakinan terhadap jalan hidup dan perjuangan yang dipilih. Keyakinan menjadi sumber energi untuk bertahan ketika menghadapi berbagai tantangan.

Kedua, keteguhan. Ia mencontohkan persoalan kelangkaan pupuk yang semestinya mendorong lahirnya solusi dan kemandirian, bukan sekadar keluhan. Salah satunya melalui pemanfaatan bahan organik sebagai alternatif untuk mendukung kebutuhan pertanian.

“Kalau pupuk langka, kita harus mencari cara bagaimana pupuk bisa berdikari, misalnya melalui pupuk organik dari sampah organik,” ujarnya.

Prinsip ketiga adalah keberanian. Hasto menilai, kader harus berani mempertahankan sikap dan keputusan organisasi meskipun menghadapi tekanan politik.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya selama menjabat Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan. Suatu ketika, menurut Hasto, ia pernah menerima ancaman apabila partai mengambil keputusan pemecatan terhadap Jokowi dan Gibran.

Namun, Hasto menegaskan tekanan tidak boleh membuat seseorang meninggalkan prinsip maupun mekanisme organisasi.

“Bung Karno saja memerdekakan bangsa Indonesia dengan penuh perjuangan. Masa saya tidak berani menghadapi tekanan seperti itu,” katanya.

Keempat, kesabaran. Hasto mengambil pelajaran dari perjalanan hidup Presiden pertama RI Soekarno yang menghadapi berbagai tekanan, penjara, hingga pengasingan. Meski demikian, penghormatan terhadap jasa dan kedudukan Soekarno sebagai proklamator dan bapak bangsa terus tumbuh di tengah masyarakat.

Ia mencontohkan tradisi masyarakat Blitar yang secara rutin menggelar kegiatan untuk mengenang Bung Karno, termasuk melalui tahlil dan tumpengan. Baginya, penghormatan terhadap sejarah tidak hanya tumbuh melalui kekuasaan, tetapi juga melalui kesadaran masyarakat.

Prinsip kelima adalah kebenaran. Hasto mengaitkannya dengan ungkapan Satyam Eva Jayate, yang bermakna kebenaran akan menang. Ia meyakini, perjuangan yang berpegang pada kebenaran membutuhkan keteguhan, sekalipun harus melewati tekanan dan proses panjang.

“Tadi saya bertemu Pak Rijanto. Beliau menyampaikan, Satyam Eva Jayate, kebenaran pasti akan menang. Mereka yang melakukan kriminalisasi, ternyata Tuhan Mahaadil. Kebenaran mencari jalannya sendiri,” tutur Hasto.

Ia juga menyinggung berbagai persoalan dan tudingan kriminalisasi yang mewarnai dinamika politik. Menurutnya, seseorang harus tetap berpegang pada prinsip kebenaran meskipun menghadapi situasi yang tidak mudah.

Melalui forum Soekarno Way, Hasto mengingatkan bahwa pemikiran Bung Karno tidak cukup hanya dikenang melalui sejarah dan simbol perjuangan. Nilai ideologi harus diwujudkan dalam sikap, keberanian mengambil keputusan, serta keberpihakan nyata kepada rakyat.

Lima prinsip yang disampaikan Megawati tersebut, menurut Hasto, menjadi pedoman bagi kader PDI Perjuangan untuk menjaga arah perjuangan sekaligus memastikan kekuasaan tetap digunakan sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Antusiasme Soekarno Run Membeludak, PDI Perjuangan Jatim Buka Polling Tentukan Kota Berikutnya

BLITAR — Antusiasme masyarakat mengikuti Soekarno Run di Jawa Timur bakal menjadi penentu lokasi penyelenggaraan ...
KRONIK

Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Menikmati Kerahaman Suku Using Kemiren

BANYUWANGI – Suguh, gupuh, lungguh. Tiga kata ini menjadi filosofi masyarakat Suku Using dalam menyambut tamu. ...
KRONIK

Kawal Kemajuan Kampus di Madura, Hj. Ansari Komitmen Dukung STEI Masyarakat Madani

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyampaikan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Resep Megawati agar Kader Tetap Setia pada Jalan Perjuangan

BLITAR — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan lima prinsip yang diajarkan Ketua ...
KRONIK

Rijanto: Generasi Muda Harus Siap Hadapi Tantangan Geopolitik hingga Media Sosial

BLITAR — Generasi muda perlu dibekali nasionalisme, pengetahuan, dan keterampilan agar mampu menghadapi perubahan ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Ajak Anak Muda Teladani Soekarno Way, Bangun Kepemimpinan Berpihak kepada Rakyat

BLITAR — Generasi muda harus memiliki ideologi, karakter kepemimpinan, dan keberanian memperjuangkan kepentingan ...