Minggu
08 November 2026 | 8 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Menikmati Kerahaman Suku Using Kemiren

PDIP-Jatim-Festival-Sewu-Cangkir-08112026

BANYUWANGI – Suguh, gupuh, lungguh. Tiga kata ini menjadi filosofi masyarakat Suku Using dalam menyambut tamu. Kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun tersebut kembali dihidupkan melalui Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Sabtu (7/11/2026) malam.

Memasuki tahun ke-13 sejak pertama digelar pada 2014, festival ini menjadi salah satu agenda budaya yang dinanti wisatawan. Ribuan pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara, memadati jalan utama desa dan disambut hangat oleh warga di halaman setiap rumah.

Ribuan cangkir kopi disajikan gratis. Pengunjung juga bisa menikmati aneka kudapan tradisional Using, seperti kucur, tape ketan berbungkus daun kemiri, hingga pisang goreng.

Keramahan warga Using Kemiren itu menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan asing. Jay, wisatawan asal Kanada, mengaku senang dengan sambutan masyarakat Kemiren dan cita rasa kopi yang disajikan.

“Kami disambut sangat ramah, masyarakat sini memberikan secangkir kopi gratis dan rasanya sangat enak,” kata Jay.

Hal serupa dirasakan Sarah, wisatawan asal Spanyol, yang antusias karena bisa berinteraksi langsung dengan warga. Sementara Kazuki Yoshida, wisatawan asal Jepang, mengaku terkesan dengan beragam kuliner Banyuwangi yang dicicipinya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, tradisi minum kopi masyarakat Using bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga simbol persaudaraan. Hal itu tercermin dalam semboyan Sak Corot Dadi Sakduluran, yang berarti sekali seduh menjadi saudara.

“Festival ini menjadi bagian dari upaya menjaga semangat gotong royong. Masyarakat iklas dan senang menyuguhkan kopi secara gratis kepada siapa saja, bahkan kepada orang yang belum dikenal,” ujar Ipuk.

“Meski sederhana, cara ini menjadi kekuatan untuk merajut persaudaraan dan persatuan,” lanjut politisi PDI Perjuangan itu.

Ipuk mengapresiasi masyarakat Kemiren yang konsisten menjaga tradisi leluhur hingga desa tersebut dikenal luas sebagai desa adat wisata. Pemkab, lanjut dia, akan terus mendukung pelestarian budaya sekaligus pengembangan Desa Kemiren.

Kepala Desa Kemiren, Muhammad Arifin, mengatakan, Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir bukan sekadar menyajikan ribuan cangkir kopi, melainkan menggambarkan karakter masyarakat Osing yang menjunjung tinggi keramahan dalam menerima tamu.

“Kami diajarkan suguh, gupuh, lungguh dalam menerima tamu,” ungkap Arifin.

Ia menjelaskan, suguh berarti memberikan suguhan atau hidangan kepada tamu, meski hanya berupa minuman. Gupuh bermakna antusias dan sigap menyambut kedatangan tamu, sedangkan lungguh berarti menyediakan tempat duduk yang layak agar tamu merasa nyaman.

“Ngopi Sepuluh Ewu ini merupakan wujud kearifan lokal, budaya, dan adat istiadat masyarakat Osing dalam menerima tamu. Kearifan ini perlu terus kita rawat dan wariskan kepada anak cucu,” pungkasnya. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Menikmati Kerahaman Suku Using Kemiren

BANYUWANGI – Suguh, gupuh, lungguh. Tiga kata ini menjadi filosofi masyarakat Suku Using dalam menyambut tamu. ...
KRONIK

Kawal Kemajuan Kampus di Madura, Hj. Ansari Komitmen Dukung STEI Masyarakat Madani

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyampaikan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak ...
KRONIK

Rijanto: Generasi Muda Harus Siap Hadapi Tantangan Geopolitik hingga Media Sosial

BLITAR — Generasi muda perlu dibekali nasionalisme, pengetahuan, dan keterampilan agar mampu menghadapi perubahan ...
KRONIK

Hasto Kristiyanto Ajak Anak Muda Teladani Soekarno Way, Bangun Kepemimpinan Berpihak kepada Rakyat

BLITAR — Generasi muda harus memiliki ideologi, karakter kepemimpinan, dan keberanian memperjuangkan kepentingan ...
KRONIK

Deni Wicaksono: Partai Politik Harus Beri Ruang Anak Muda Berkarya, Bukan Sekadar Dibutuhkan Saat Pemilu

BLITAR — Partai politik harus menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menyampaikan ...
KABAR CABANG

DPC Lumajang Salurkan Bantuan untuk Warga Tempursari Terdampak Bencana

LUMAJANG — Sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial, jajaran kader PDI Perjuangan Kabupaten Lumajang ...