BLITAR — Generasi muda perlu dibekali nasionalisme, pengetahuan, dan keterampilan agar mampu menghadapi perubahan zaman, mulai dari dinamika geopolitik, perkembangan ekonomi, hingga derasnya arus informasi di media sosial. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menyiapkan ruang pembinaan agar anak muda tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut berperan dalam pembangunan.
Hal itu disampaikan Bupati Blitar Rijanto seusai mengikuti talkshow Soekarno Way bersama Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Pendopo Ronggo Hadinegoro (RHN), Kabupaten Blitar, Sabtu (7/11/2026) malam.
Menurut Rijanto, pemikiran Bung Karno tentang kebangsaan dan perjuangan tetap relevan sebagai landasan pembentukan karakter generasi muda di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
Ia menilai, kecintaan terhadap tanah air, penghargaan kepada para pahlawan, serta pemahaman sejarah bangsa harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
“Apa yang disampaikan Pak Hasto sangat penting, khususnya terkait penanaman nasionalisme kepada generasi muda. Cinta tanah air, cinta bangsa, dan menghargai jasa para pahlawan merupakan nilai yang harus terus diwariskan,” kata Rijanto.
Baca juga: Hasto Kristiyanto Ajak Anak Muda Teladani Soekarno Way, Bangun Kepemimpinan Berpihak kepada Rakyat
Rijanto menegaskan, penguatan nasionalisme perlu berjalan beriringan dengan pembinaan kemampuan generasi muda. Sebab, tantangan yang mereka hadapi tidak hanya berkaitan dengan persoalan kebangsaan, tetapi juga perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi informasi.
Karena itu, Pemkab Blitar terus mendorong pembinaan anak muda melalui berbagai sektor, termasuk olahraga dan ekonomi kreatif.
Program tersebut dijalankan melalui perangkat daerah terkait, antara lain pembinaan olahraga bersama Dinas Pemuda dan Olahraga serta KONI, juga pengembangan ekonomi kreatif melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu ruang potensial bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Pembinaan generasi muda sudah banyak dilakukan, baik melalui bidang olahraga maupun ekonomi kreatif. Pelaku ekonomi kreatif ini juga banyak berasal dari kalangan anak muda. Masih banyak hal yang harus kita siapkan agar mereka memiliki bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Guntur Wahono menekankan pentingnya membangun budaya membaca dan memperluas pengetahuan di kalangan generasi muda.
Menurut Guntur, pemikiran Bung Karno tidak cukup hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah. Nilai-nilai perjuangannya perlu dipelajari dan diterjemahkan sesuai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.
Terlebih, Blitar memiliki kedekatan historis dengan Bung Karno. Karena itu, generasi muda di Bumi Bung Karno diharapkan memahami gagasan, cita-cita, dan semangat perjuangan Proklamator RI tersebut.
Guntur mengingatkan, sejak usia muda Bung Karno telah memiliki pemikiran besar tentang kemerdekaan Indonesia. Kesadaran terhadap ketimpangan dan penjajahan kemudian mendorongnya membangun gerakan melalui organisasi.
Bagi Guntur, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan dan keberanian berpikir menjadi modal penting bagi anak muda untuk mengambil peran dalam kehidupan berbangsa.
“Anak-anak muda harus membiasakan diri membaca dan memperluas pengetahuan. Itu menjadi modal penting untuk berjuang dan menentukan masa depan bangsa Indonesia,” kata Guntur.
Ia berharap, forum Soekarno Way tidak berhenti sebagai kegiatan diskusi, tetapi menjadi dorongan bagi generasi muda untuk menggali pemikiran Bung Karno dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Talkshow bertema “Lari Dalam Pikiran, Jalan Dalam Ideologi: Relevansi Soekarno Way untuk Generasi Hari Ini” tersebut diikuti mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat.
Forum itu menjadi bagian dari upaya mempertemukan gagasan kebangsaan Bung Karno dengan persoalan yang dihadapi generasi muda masa kini. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











