BLITAR — Antusiasme masyarakat mengikuti Soekarno Run di Jawa Timur bakal menjadi penentu lokasi penyelenggaraan berikutnya. DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berencana membuka polling untuk memberi kesempatan kepada masyarakat menentukan kabupaten atau kota yang paling menginginkan ajang lari tersebut hadir di daerahnya.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengatakan tingginya minat masyarakat menjadi alasan untuk memperluas Soekarno Run ke berbagai daerah di Jawa Timur.
Setelah mendapat sambutan meriah di Banyuwangi dan Blitar, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak komunitas pelari dan masyarakat di Jawa Timur.
“Antusiasmenya luar biasa. Setelah sebelumnya digelar di Banyuwangi dengan sambutan yang sangat meriah, hari ini Soekarno Run di Blitar juga pecah. Pesertanya datang dari berbagai daerah, bukan hanya dari Blitar. Ini menunjukkan bahwa semangat Soekarno Run semakin meluas,” ungkap Deni di sela acara Soekarno Run di Blitar, Minggu (8/11/2026).

Soekarno Run Blitar 2026 diikuti sebanyak 4.200 peserta. Mereka berkompetisi dalam dua kategori, yakni lari 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K), dengan lintasan yang menghubungkan sejumlah kawasan bersejarah terkait perjalanan hidup Bung Karno.
Melihat sambutan tersebut, Deni menyebut DPD PDI Perjuangan Jatim ingin menjadikan Soekarno Run sebagai agenda yang dapat dinikmati masyarakat di berbagai kabupaten dan kota. Namun, penentuan lokasi berikutnya tidak hanya dilakukan berdasarkan keputusan penyelenggara.
Pihaknya akan membuka polling untuk menjaring aspirasi masyarakat. Daerah dengan antusiasme dan dukungan paling besar akan diprioritaskan sebagai lokasi penyelenggaraan berikutnya.
“Kami ingin Soekarno Run bisa hadir di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Karena itu, kami akan membuka polling bagi masyarakat. Daerah mana yang paling antusias dan paling banyak menginginkan Soekarno Run hadir, akan kami prioritaskan menjadi lokasi penyelenggaraan berikutnya,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut menilai, pelibatan masyarakat melalui polling menjadi cara untuk membangun kedekatan antara kegiatan dengan komunitas di daerah. Aspirasi warga dan komunitas pelari diharapkan menjadi pertimbangan dalam menentukan pengembangan Soekarno Run.
Deni menegaskan, Soekarno Run tidak dirancang hanya untuk komunitas olahraga. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan berbagai kalangan, terutama generasi muda, sekaligus membuka peluang aktivitas ekonomi bagi masyarakat di daerah penyelenggaraan.
Karena itu, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian dari manfaat yang ingin dihadirkan melalui kegiatan tersebut.
“Soekarno Run bukan hanya milik komunitas pelari. Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi anak muda, masyarakat, dan pelaku UMKM. Ketika Soekarno Run hadir di sebuah daerah, kami berharap manfaatnya juga bisa dirasakan oleh masyarakat setempat,” pungkas Deni. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












