JEMBER – Potensi wisata bahari Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, dinilai belum tergarap maksimal untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta Kelompok Masyarakat (Pokmas) Jemberan Watu Ulo Sejahtera (JWS) tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi mampu mengembangkan potensi wisata pantai secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Candra saat peluncuran Pokmas JWS sekaligus pembukaan Jember Fishing Tourism (JFT) ke-8 di Pantai Tengah Watu Ulo, Warung Cak Sukri, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Candra mengutip Stanza III lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk mengingatkan besarnya potensi maritim Indonesia yang seharusnya menjadi perhatian dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Bung Karno pernah meminta menyanyikan lagu Indonesia Raya lengkap, tiga stanza, dalam sebuah acara,” katanya.
Menurut Candra, lirik pada stanza ketiga yang menyebut tanah dan laut Indonesia mengandung pesan tentang identitas bangsa kepulauan. Ribuan pulau dan hamparan laut yang dimiliki Indonesia menyimpan potensi ekonomi yang perlu digali dan dikembangkan.
“Indonesia sebagai sebuah bangsa dan negara terdiri dari ribuan pulau dan luasnya hamparan laut. Potensi ini yang seharusnya mendapatkan perhatian untuk digali dan dikembangkan,” ujarnya.
Ketua Komisi B DPRD Jember itu berharap Pokmas JWS dapat mengambil peran sebagai ujung tombak sekaligus etalase pengembangan pariwisata pantai di Kabupaten Jember. Keberadaan kelompok masyarakat tersebut, kata dia, harus menghasilkan kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Jangan hanya menjadi tempat berkumpul saja, tetapi mampu menggali dan mengembangkan potensi yang ada, sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” kata Candra.
Namun, pengembangan destinasi wisata tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik alam. Candra mengingatkan dua aspek penting yang menentukan keberlanjutan pariwisata, yakni keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Salah satu persoalan yang masih perlu mendapat perhatian adalah kebersihan kawasan pantai dari sampah. Menurut dia, persoalan lingkungan tersebut harus diselesaikan agar wisatawan mendapatkan pengalaman berkunjung yang baik.
Candra juga mengaitkan pengembangan wisata pantai dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meski angka kemiskinan Jember telah mengalami koreksi, pemberdayaan sektor ekonomi tetap diperlukan.
“Termasuk pengembangan wisata pantai, di antaranya Pantai Wisata Watu Ulo,” ujarnya.
Dia menyatakan DPRD Jember berkomitmen mendukung pengembangan kawasan tersebut agar potensi sumber daya alam dan masyarakat setempat dapat memberikan nilai ekonomi lebih besar.
Sementara itu, Ketua JWS, Subakri Firdaus, yang akrab disapa Cak Sukri, mengatakan pembentukan kelompok masyarakat tersebut dilandasi keinginan mengembalikan kejayaan Pantai Watu Ulo sebagai destinasi wisata unggulan.
“Dulu, Watu Ulo pernah menjadi pusat kunjungan wisatawan. Kini, kami ingin mengembalikan kejayaan itu, sehingga Pantai Wisata Watu Ulo menjadi idaman para wisatawan,” kata Cak Sukri. (art/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












