Senin
08 Juni 2026 | 3 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Silo dan Mimpi yang Dirajut dari Bilah-Bilah Bambu

pdip jatim 260601 syivak

Di kaki Gunung Gumitir, Jember, anak muda bernama Syivak Ariel Hidayatur Rahman melihat masa depan kampungnya tak hanya dari kopi, tetapi juga dari anyaman bambu dan industri kreatif warga yang menunggu sentuhan pendampingan dan pasar yang lebih luas.

JEMBER – Pagi selalu datang dengan cara yang sama di kaki Gunung Gumitir.

Udara dingin turun perlahan menyelimuti hamparan perkebunan kopi yang membentang di Kecamatan Silo, Jember.

Kabut tipis menggantung di antara pepohonan, sementara kehidupan warga mulai bergerak mengikuti irama alam yang telah diwariskan turun-temurun.

Di wilayah seluas hampir 310 kilometer persegi itu, kopi memang menjadi identitas yang paling dikenal. Dari Mulyorejo hingga Sidomulyo, dari Harjomulyo hingga Sempolan, aroma kopi seolah menjadi bagian dari keseharian warga.

Namun bagi Syivak Ariel Hidayatur Rahman, ada cerita lain yang selama ini belum banyak terdengar.

Anak muda berusia 20 tahun yang kini menjadi Bendahara PAC PDI Perjuangan Kecamatan Silo itu melihat kampungnya memiliki kekayaan yang jauh lebih besar daripada sekadar biji kopi.

Di balik rumah-rumah warga, di sudut-sudut desa yang tenang, banyak tangan terampil bekerja setiap hari. Ada yang mengolah hasil perkebunan menjadi produk rumahan, ada yang membuat panganan tradisional, dan ada pula yang tekun merangkai bilah-bilah bambu menjadi berbagai kerajinan bernilai ekonomi.

Menurut Syivak, kerajinan anyaman bambu menjadi salah satu potensi terbesar yang dimiliki masyarakat Silo.

Produk-produk tersebut lahir bukan dari mesin pabrik modern, melainkan dari keterampilan yang diwariskan lintas generasi. Setiap anyaman membawa cerita tentang budaya, ketekunan, dan identitas kampung yang tak bisa ditiru oleh produk massal.

“Potensinya besar sekali. Bahkan sebenarnya bisa masuk pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional,” ujar Syivak, Senin (1/6/2026).

Namun jalan menuju pasar yang lebih besar tidak selalu mudah.

Di balik ketelatenan para pengrajin, tersimpan berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Modal usaha yang terbatas, akses pemasaran yang sempit, minimnya pemanfaatan teknologi digital, hingga kurangnya pelatihan dan jaringan distribusi menjadi tantangan yang terus dihadapi.

Akibatnya, banyak produk berkualitas hanya berputar di pasar lokal dengan nilai jual yang belum sepenuhnya mencerminkan kerja keras para pembuatnya.

Padahal, di tengah tren dunia yang mulai menghargai produk ramah lingkungan dan karya berbasis budaya lokal, anyaman bambu memiliki peluang besar untuk berkembang.

Yang dibutuhkan bukan sekadar pujian atas potensinya, melainkan pendampingan yang berkelanjutan.

Syivak percaya, ketika kualitas produk terus ditingkatkan, desain diperbarui, kemasan diperbaiki, dan pemasaran digital dimanfaatkan secara maksimal, kerajinan warga Silo bisa menjadi wajah baru ekonomi kreatif Jember.

“Kami berharap pemerintah hadir dan mendampingi para pengrajin secara lebih dekat,” katanya.

Harapan itu terdengar sederhana. Namun dari desa-desa di lereng Gumitir, harapan sederhana sering kali menjadi awal perubahan besar.

Sebab kemajuan sebuah daerah tidak selalu lahir dari gedung-gedung tinggi atau kawasan industri yang megah. Kadang ia tumbuh dari bilah-bilah bambu yang dirajut dengan sabar, dari tangan-tangan warga yang bekerja tanpa banyak sorotan, dan dari anak-anak muda yang masih percaya bahwa kampung mereka layak dikenal dunia.

Di Silo, mimpi itu sedang dirajut pelan-pelan.

Seperti anyaman bambu yang dikerjakan setahap demi setahap, harapan untuk melihat produk lokal menembus pasar yang lebih luas terus tumbuh di tengah dinginnya lereng Gunung Gumitir. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Progres 75 Persen

BANYUWANGI – Pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi. Saat ini, progres pembangunannya ...
KABAR CABANG

Harlah Bung Karno, BPEK Tuban “Ngangsu Kaweruh” Ideologi dan Ekonomi Kreatif di Blitar

KOTA BLITAR – Memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Fokus Tekan Pengangguran, Mas Dhito Genjot Pelatihan Kerja hingga Job Fair

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan Pemkab Kediri fokus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka ...
KRONIK

Ganjar Ajak Generasi Muda Suarakan Kegelisahan Bangsa Lewat Film dan Seni

Ganjar Pranowo mengajak generasi muda menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa ...
KRONIK

Hasto Ajak Kader PDIP dan Masyarakat Petik Pesan Moral Film Ghost in the Cell

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengimbau kader partai dan masyarakat memetik pesan moral dalam film Ghost ...
KABAR CABANG

Urun Rembug Barisan Marhaen, Cara DPC Ngawi Kenalkan Sepak Terjang Bung Karno kepada Gen Z 

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi disulap layaknya studio siniar pada Sabtu malam ...