Selasa
01 September 2026 | 9 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Semarak Peringatan Hari Boyong Pemerintahan Dari Brebek Ke Nganjuk, Begini Sejarahnya

IMG-20230607-WA0032_copy_600x338

NGANJUK – Ribuan masyarakat Kabupaten Nganjuk hari ini tumpah ruah di sepanjang jalan utama Berbek menuju Nganjuk untuk menyaksikan Kirab Prosesi Boyongan Pusat Pemerintahan Nganjuk.

Momentum ini merupakan pertama kalinya digelar untuk menandai tonggak berdirinya Pemerintahan Kabupaten Nganjuk.

“Disebut sebagai tonggak berdirinya Pemerintahan, lantaran boyongan yang terjadi pada tahun 1880 itu diyakini sebagai tahun pindahnya tempat pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk,” demikian disampaikan Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk saat upacara pemberangkatan boyongan di Balai Desa Kacangan, Kecamatan Berbek, Selasa (6/6/2023).

Dikatakan Kang Marhaen, peringatan hari boyongan pusat pemerintahan ini dikuatkan dengan adanya Surat Keputusan Bupati Nganjuk Nomor 188/200/K/411.013/2022 yang telah menentapkan tanggal 6 Juni sebagai Hari Boyongan Pusat Pemerintahan dari Kabupaten Berbek ke Nganjuk.

Ketua BAMUSI Provinsi Jawa Ini juga menambahkan, banyak filosofi yang diangkat selama kurang lebih 143 tahun ini. Makanya pemerintah daerah tidak menciptakan sendiri. Tetapi ini hasil dari menggali sejarah tersebut yang kemudian ditetapkan dalam bentuk SK Bupati.

“Alhamdulillah kalau tanggal 10 April itu Hari Jadi Nganjuk dan tanggal 6 Juni sebagai hari Boyong Kabupaten, dari Berbek ke Nganjuk,” terangnya.

Tidak hanya itu, Kang Marhaen juga menuturkan bersamaan di hari istimewa ini Pemerintah juga mengangkat suatu kearifan lokal untuk menjadi identitas Kabupaten Nganjuk, yakni sedekah bumi.

“Sedekah bumi ini memiliki banyak makna. Makna yang perlu diresapi adalah dimana kita selalu diberi limpahan rezeki hasil dari bumi. Maka untuk mensyukuri itu, diganti melalui sedekah bumi yang nantinya akan dinikmati oleh masyarakat,” tandas Kang Marhaen yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono menyampaikan, makna dari kegiatan ini semuanya adalah semangat gotong royong. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh jajaranya beserta masyarakat Nganjuk untuk berkolaborasi bersama untuk menguatkan Hari Boyong Pemerintahan ini dan dikemas dengan agenda sedekah bumi.

“Semoga  perjalanan Nganjuk seperti yang kita idam-idamkan menjadi tanah yang gemah ripah loh jinawi dan dijauhkan dari mara bahaya, dan ini bisa jadi ikon pariwisata,” kata Tatit yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk.

Perlu diketahui, prosesi ini tampak lebih meriah lagi. Pasalnya kirab boyongan tersebut melibatkan semua Pejabat di Pemerintah Kabupaten Nganjuk hingga pengusaha dan tokoh masyarakat Nganjuk. Mereka pun tampak mengenakan pakaian adat dan diarak menggunakan kendaraan kuno dari Berbek menuju Nganjuk.

Selanjutnya, prosesi boyongan pemerintahan disambut dengan arak-arakan sedekah bumi dari Taman Nyawiji menuju Pendopo K.R.T Sosrokoesoemo.

Setibanya di Pendopo K.R.T Sosrokoesoemo, acara dilanjut dengan prosesi Treatikal. Dalam prosesi ini, para tamu undangan disuguhkan sejarah singkat Boyong Pemerintahan yang diperagakan mulai dari depan gerbang hingga masuk ke dalam Pendopo sebagai simbol perpindahan Kabupaten Nganjuk.

Di pengujung acara, warga yang menyaksikan di seputaran Jalan Basuki Rahmad itu pun semakin riuh. Lantaran Bupati Nganjuk berjalan menuju ke jalan depan Pendopo K.R.T Sosrokoesoemo guna menilai hiasan tumpeng dan menyaksikan masyarakat menikmati hasil bumi yang ada di gunungan Hari Boyongan Pusat Pemerintahan Kabupaten Nganjuk ke 143 dan Sedekah Bumi. (eng/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Ultimatum Pengelola Parkir: Masih Terima Tunai, Jukir hingga Pejabat Dishub Diganti

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan ultimatum keras terhadap pengelolaan parkir di Kota Pahlawan. ...
KRONIK

DPRD Jember Khawatir Artefak Sejarah Hilang, Minta Data Cagar Budaya Diperbarui

JEMBER – DPRD Jember mengkhawatirkan benda dan situs bersejarah di daerah itu hilang sebelum sempat dilindungi ...
KRONIK

Mbak Nia Kunjungi Stan MNV, Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas

SUMENEP – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengunjungi sejumlah stan pelaku usaha dalam ...
KABAR CABANG

Pelajar dan Mahasiswa di Lumajang Ikuti Lomba Pidato dan Baca Puisi di Kantor DPC PDI Perjuangan

LUMAJANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Lumajang diwarnai dengan ajang ...
LEGISLATIF

Lindungi Warga, DPRD Surabaya Minta Data Bantuan Fokus ke Daerah

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Pusat memberi kewenangan otonomi daerah dalam pengelolaan data ...
MILANGKORI

Hambeging Bumi, Ketika Hari Jadi Trenggalek Mengajak Warganya Kembali Bersahabat dengan Alam

Hari Jadi ke-832 Trenggalek mengusung tema Hambeging Bumi. Beragam kegiatan, dari kirab pusaka hingga menjaga ...