Minggu
18 Oktober 2026 | 1 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lindungi Warga, DPRD Surabaya Minta Data Bantuan Fokus ke Daerah

PDIP-Jatim-Syaifuddin-Zuhri-31082026

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Pusat memberi kewenangan otonomi daerah dalam pengelolaan data kemiskinan guna memastikan distribusi bantuan sosial tepat sasaran.

Hal itu dipicu banyaknya warga Surabaya yang kehilangan hak atas bantuan kesehatan dan pendidikan akibat pergeseran status dalam data desil nasional yang dinilai tidak akurat.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan bahwa status ekonomi masyarakat bersifat fluktuatif sehingga tidak seharusnya disandera oleh sistem administrasi pusat yang kaku.

Ketidaksinkronan data, lanjut dia, antara pusat dan daerah telah menghambat intervensi pemerintah kota dalam membantu warga yang secara faktual masih berada di bawah garis kemiskinan.

Untuk itu, daerah yang punya kemampuan finansial melalui APBD harus diizinkan melakukan diskresi tanpa harus selalu tunduk pada aturan pusat yang sering kali tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

“Kaitan pendidikan tersandera kaitan desil, maka ini peningkatan SDM bagi kemajuan satu negara, maka harusnya diberi kewenangan otonomi daerah,” ujarnya saat ditemui usai paripurna, pada Senin (31/8/2026).

Ia mengungkapkan, dampak fatal dari carut-marut desil yang telah menyentuh sektor kesehatan. Salah satunya kasus warga penderita polio di Wonokromo yang kini kesulitan mendapatkan pengobatan gratis.

“Kalau bantuan untuk warga yang dari penggunaan APBD masih bisa, tapi kalau bantuan yang dasarnya dari uang APBN kita tidak bisa apa-apa,” jelasnya.

Pihaknya juga telah membawa persoalan ini dalam pembahasan anggaran dan mendesak agar hasil verifikasi faktual di lapangan menjadi acuan utama intervensi sosial.

“Otonomi data adalah solusi agar program unggulan daerah, seperti Satu Rumah Satu Sarjana tidak terhambat oleh birokrasi data di Jakarta yang lambat merespons sanggahan warga,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, menyoroti banyaknya pengaduan terkait bantuan beasiswa yang tiba-tiba terhenti karena perubahan status desil.

Warga yang sebelumnya masuk kategori pramiskin, kini secara mendadak terdata masuk ke desil tinggi, bahkan hingga desil 10, padahal kondisi ekonomi mereka tidak mengalami peningkatan.

Budi menyatakan, selama ketentuan desil nasional belum sepenuhnya valid, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya seharusnya tetap berpegang pada hasil potret data daerah sendiri.

“Kalau desil ini belum jadi ketentuan yang harus berlaku, ya kebijakan pemerintah daerah menggunakan data kemampuan daerah sendiri,” ujar Budi.

Ketimpangan data ini terlihat nyata saat warga yang hanya memiliki rumah peninggalan atau cicilan sepeda motor untuk bekerja justru otomatis dikategorikan sebagai warga mampu.

Secara faktual, pendapatan mereka masih jauh di bawah standar kebutuhan hidup layak, namun sistem administrasi pusat menganggap kepemilikan aset tersebut sebagai indikator kesejahteraan.

“Ada orang yang tercatat desil tinggi karena punya cicilan motor, padahal motor itu digunakan untuk ngojek, untuk cari uang, kan kasihan,” tuturnya. (nia/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wadahi Bakat Atlet Lokal, Turnamen Catur Piala DRJ Ngawi Disambut Antusias Ratusan Peserta

NGAWI – Permainan papan catur rupanya memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Kabupaten Ngawi. Hal ini ...
KRONIK

Risma Desak Pemulihan Air Sumur di Malang, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

MALANG – Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menekankan pentingnya pemulihan ...
KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...