Sabtu
06 Juni 2026 | 7 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Satu Persepsi, Mahasiswa dan PDIP Tulungagung Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

PDIP-Jatim-DPC-Tulungagung-23012026

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung bersama sejumlah elemen mahasiswa sepakat menolak wacana pilkada dipilih DPRD.

Kesepakatan ini dibahas dalam kegiatan audiensi DPC Tulungagung bersama perwakilan mahasiswa di Kantor DPC setempat, pada Kamis (22/1/2026).

“Hari ini kita menerima mahasiswa yang ingin audiensi dengan PDI Perjuangan terkait wacana pilkada dipilih DPRD,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti.

Menurutnya, wacana pilkada dipilih DPRD merupakan isu yang menjadi perbincangan di tingkat nasional dan menjadi kekhawatiran serta keprihatinan publik sehingga harus dikawal dan disuarakan oleh mahasiswa.

PDI Perjuangan, tambah Erma, mempunyai sikap tegas menolak wacana pilkada dipilih DPRD dan tentunya sudah diketahui oleh mahasiswa maupun masyarakat.

“Audiensi ini untuk bertukar fikiran, menyamakan persepsi dan menyamakan gerakan agar perubahan UU Pemilu yang digulirkan untuk mengubah pilkada dipilih DPRD tidak terjadi,” ucapnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menambahkan, isu efisiensi anggaran dan money politicpada pilkada langsung adalah hal yang harus diperbaiki, bukan dijadikan alasan untuk memotong, mengubah dan merebut hak konstitusi rakyat Indonesia.

“Sikap politik PDI Perjuangan tegas membela kepentingan rakyat, bukan kepentingan segelintir orang,” tegas Erma.

Di tempat yang sama, DEMA UIN Satu Tulungagung, Muhammad Ikhsanudin, mengatakan, audiensi dengan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung bertujuan untuk menagih janji dan komitmen menolak wacana pilkada dipilih DPRD.

“Kami menolak secara tegas wacana pilkada dipilih oleh DPRD. Kami di sini, untuk menagih janji dan menagih komitmen apakah sikap PDI Perjuangan di tingkat pusat akan selaras dengan sikap yang ada di daerah, yaitu sama-sama menolak,” kata Ikhsanudin.

Menurutnya, penolakan wacana pilkada dipilih DPRD karena ada penindasan, pengungkungan suara rakyat, kedaulatan rakyat dan lain-lain.

“Kita tidak bisa memastikan kapan perubahan UU pemilu akan dirumuskan. Namun jika itu terjadi, kita akan menjadi garda terdepan untuk menolaknya,” ucapnya.

Ikhsanudin menegaskan, tingginya anggaran untuk proses pilkada langsung bukan salah dari masyarakat, melainkan salah dari calon-calon kepala daerah yang mengikuti kontestasi.

Ia bersama mahasiswa Kabupaten Tulungagung juga siap melakukan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) jika pilkada dipilih DPRD tetap diberlakukan. (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jatim Soroti Ketimpangan DBHCHT, Minta Daerah Penghasil Dapat Porsi Lebih Berkeadilan

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur membawa isu strategis DBHCHT, kinerja BUMD, dan penyesuaian program ...
KABAR CABANG

Mencari Mereka yang Tercecer dari Bansos, Kerja-kerja Kerakyatan dari PAC PDIP Mumbulsari

Kisah pendampingan warga prasejahtera di Mumbulsari, Jember. Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan turun ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Ketahanan Ekologi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Daerah

Anggota DPRD Jawa Timur Diana Sasa menegaskan ketahanan ekologi harus menjadi prioritas pembangunan daerah. ...
KRONIK

Ganjar Minta Legislator PDIP Jaga Uang Rakyat Agar Tidak Boncos dan Bocor

Ketua DPP PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengingatkan anggota Fraksi PDIP DPRD untuk mengawal penggunaan APBD secara ...
SEMENTARA ITU...

Di Depan Rumah Itu, Sholikah Menitipkan Harapan Baru untuk Tiga Cucunya

Kisah haru Sholikah, warga Kandat, Kediri, yang mengasuh tiga cucu dalam keterbatasan ekonomi. Bantuan rombong ...
HEADLINE

Megawati: Politik Anggaran Harus Menjadi Instrumen Keadilan Sosial bagi Rakyat

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan politik anggaran harus menjadi instrumen keadilan ...