Sabtu
11 Juli 2026 | 9 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati: Politik Anggaran Harus Menjadi Instrumen Keadilan Sosial bagi Rakyat

pdip jatim 260605 bimtek 01

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan politik anggaran harus menjadi instrumen keadilan sosial. Dalam Bimtek Fraksi PDIP se-Indonesia di Bali, Megawati meminta kader menjaga penggunaan APBD, memperkuat ketahanan pangan, menjaga lingkungan, serta memastikan akses kesehatan yang merata bagi masyarakat.

BALI – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa politik anggaran harus menjadi instrumen untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, setiap penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) wajib dikelola secara bertanggung jawab, transparan, dan benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Megawati saat membuka secara virtual Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia dan Pembekalan KSB DPC Partai di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (5/6/2026).

Dalam arahannya, Presiden ke-5 Republik Indonesia itu mengingatkan seluruh kader partai yang mendapat amanah di lembaga pemerintahan maupun legislatif agar menjaga setiap rupiah uang negara yang dikelola melalui APBD.

“Jaga betul penggunaan APBD. Setiap rupiah harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” tegas Megawati.

Menurutnya, jabatan publik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Ia mengingatkan bahwa jabatan bersifat sementara, sementara kepercayaan rakyat merupakan modal politik yang harus dijaga sepanjang hayat.

“Jangan biarkan jabatan membuat kader jauh dari rakyat. Jabatan itu sementara, tetapi kepercayaan rakyat adalah kepercayaan yang harus dijaga seumur hidup,” ujarnya.

Dia juga meminta seluruh kader PDI Perjuangan tetap membumi dan hadir di tengah masyarakat untuk memahami persoalan yang dihadapi rakyat secara langsung. Menurutnya, politik akan kehilangan makna apabila para pemimpin tidak memiliki kedekatan dengan masyarakat yang mereka wakili.

“Turunlah ke bawah. Politik kemanusiaan menemukan maknanya ketika kita hadir di tengah rakyat,” tegas Megawati.

Dalam kesempatan tersebut, dia menggarisbawahi sejumlah isu strategis yang harus menjadi perhatian kader partai, khususnya mereka yang memiliki tanggung jawab dalam perumusan kebijakan dan penganggaran daerah.

Putri Presiden Pertama RI Ir Soekarno itu menekankan pentingnya keberpihakan terhadap petani, nelayan, buruh, dan pelaku ekonomi rakyat melalui kebijakan yang mendukung ketahanan pangan serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Lindungi petani, nelayan, buruh, dan pelaku ekonomi rakyat. Jaga kedaulatan pangan dan tingkatkan UMKM,” tuturnya. (Baca juga: 319 Legislator PDIP DPRD se-Jatim Ikuti Bimtek Penguatan Pengawasan APBD di Bali)

Selain persoalan ekonomi rakyat, Megawati juga memberikan perhatian khusus terhadap isu lingkungan hidup dan perubahan iklim yang dampaknya semakin dirasakan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan maupun keberlangsungan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Perubahan iklim bukan hal biasa. Kader PDI Perjuangan harus menjadi pelopor dalam menjaga ruang hijau, sungai, dan berbagai sumber kehidupan masyarakat. Pembangunan harus berjalan, tetapi tidak boleh merusak alam,” tegasnya.

Megawati menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan sosial masyarakat.

Selain itu, dia mengingatkan pentingnya memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang setara tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi.

Menurutnya, pemerataan pelayanan kesehatan merupakan bagian dari amanat keadilan sosial yang harus diwujudkan melalui kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat. “Kita harus memastikan bahwa setiap warga dapat menerima pelayanan kesehatan yang setara dan maksimal saat mereka membutuhkan,” ujarnya.

Megawati juga menekankan pentingnya membangun kemandirian bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang. Ia mengingatkan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak hidup dari belas kasihan orang lain,” katanya.

Melalui forum Bimtek tersebut, Megawati berharap seluruh kader PDI Perjuangan semakin memperkuat komitmen untuk mengawal kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat, menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran, serta memastikan pembangunan nasional berjalan sejalan dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah Desak Pemerintah Segera Cairkan DBH Rp132 Triliun untuk Ringankan Tekanan Fiskal Daerah

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendesak pemerintah segera mencairkan dana bagi hasil kurang salur Rp132 triliun ...
KRONIK

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang, Hj. Ansari Desak Penuntasan Hukum

PAMEKASAN – Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang mengguncang Kabupaten Sampang, mendapat perhatian dari ...
KRONIK

Rumah Baca Bringinan Ponorogo, 11 Tahun Memberdayakan Masyarakat

PONOROGO – Kebiasaan menyisihkan uang receh sejak usia dini terus dipertahankan di Desa Bringinan, Kecamatan ...
KRONIK

Ketua DPRD Tulungagung Gandeng Mahasiswa UGM Galakkan Program Tanam Kopi

TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pengaturan Fasilitasi Reses Diperjelas

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim meminta pengaturan fasilitasi reses dalam Raperda dirumuskan lebih jelas agar ...
KOLOM

Politik yang Tumbuh dari Tradisi Belajar

DI tengah politik yang semakin cepat bergerak, ukuran keberhasilan seorang politisi kerap disederhanakan pada ...