Sabtu
24 Oktober 2026 | 4 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

IMG-20260903-WA0052

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke Jakarta untuk menyampaikan sejumlah keluhan mendesak kepada DPR RI dan Kementerian Pertanian, Kamis (3/9/2026).

​Langkah pengawalan aspirasi ini turut didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Magetan beserta jajaran dinas teknis Pemkab Magetan, mulai dari Dinas Peternakan dan Perikanan, Disperindag, Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan, DPMPTSP, hingga DPUPR.

​Ketua Komisi B DPRD Magetan, Rita Haryati, menegaskan bahwa pemfasilitasian ini merupakan wujud keberpihakan parlemen daerah terhadap keberlangsungan usaha peternak rakyat.

​”DPRD Magetan mengawal aspirasi peternak rakyat ke Jakarta. Dewan memfasilitasi penyampaian aspirasi peternak rakyat ke fraksi-fraksi di DPR RI, dan juga ke Kementerian Pertanian,” ujar Rita.

​Rita memaparkan, terdapat sejumlah persoalan krusial yang mengancam mata pencaharian para peternak di daerah, antara lain:

​Tren Penurunan Harga Telur Anjloknya harga telur yang terjadi beruntun sejak Februari 2026 sehingga memicu kerugian material secara berkepanjangan bagi peternak lokal.

​Kelangkaan Bahan Pakan Kosongnya stok jagung di gudang Bulog memasuki semester kedua tahun 2026.

​Penurunan Kualitas Pakan. Mutu pakan komersial yang dinilai peternak mengalami penurunan kualitas.

​Pengendalian Populasi. Desakan pembatasan populasi melalui kebijakan moratorium izin kandang baru.

​Menanggapi keluhan stok pakan, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Alex, langsung melakukan koordinasi telepon secara mendadak dengan pihak Bulog di tengah ruang rapat. Langkah cepat tersebut membuahkan kepastian pasokan jagung untuk para peternak.

​Sementara itu, dalam pertemuan terpisah di Kementerian Pertanian, pihak kementerian menginstruksikan pemerintah daerah untuk menyetop penerbitan izin baru bagi kandang berskala besar (company group) guna mengendalikan kondisi kelebihan pasokan (over supply) di pasar nasional.(rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...