Jumat
23 Oktober 2026 | 9 : 27

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

pdip jatim 261023 amirah ghaida

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam penyusunan APBD 2027, sekaligus memastikan belanja daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), ketepatan belanja modal, dan kejelasan pembiayaan defisit menjadi sejumlah catatan yang disampaikan fraksi tersebut.

Pandangan itu disampaikan Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu, Amirah Ghaida Dayanara, dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2027, Kamis (22/10/2026). Fraksi PDI Perjuangan menyetujui rancangan tersebut untuk dibahas lebih lanjut, dengan sejumlah catatan kritis bagi eksekutif.

Amirah menegaskan, APBD bukan sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen kebijakan publik yang menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“APBD harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kualitas pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, dan menyelesaikan persoalan pembangunan secara berkelanjutan,” ujar Amirah dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Dalam Raperda APBD 2027, pendapatan daerah Kota Batu diproyeksikan sekitar Rp990 miliar. Angka tersebut terdiri atas PAD sebesar Rp365 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp614,206 miliar. Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai sekitar Rp1,070 triliun.

Dengan komposisi tersebut, Fraksi PDI Perjuangan menilai penguatan PAD perlu menjadi perhatian agar kemampuan pembiayaan pembangunan tidak terus bergantung pada transfer pemerintah pusat.

Amirah mendorong optimalisasi potensi penerimaan melalui pemanfaatan *tapping box* dan Tax Mapper, pembenahan administrasi perpajakan, serta kebijakan yang tetap menjaga keberlangsungan usaha masyarakat.

“Ini akan berpengaruh terhadap kemandirian fiskal kita sehingga tidak selalu bergantung pada dana pemerintah pusat,” katanya.

Selain sisi pendapatan, fraksi tersebut menyoroti kualitas belanja daerah. Besarnya anggaran, menurut Amirah, harus disertai perhitungan kebutuhan yang jelas dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara adil.

Belanja modal perlu direncanakan berdasarkan kebutuhan riil, termasuk memperhitungkan pemeliharaan aset setelah pembangunan selesai. Dengan demikian, fasilitas yang dibangun tidak hanya menyerap anggaran, tetapi juga berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Fraksi PDI Perjuangan juga meminta kejelasan perhitungan proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp80,08 miliar. Penjelasan tersebut dinilai penting untuk memastikan pembiayaan defisit anggaran disusun secara realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

“ Kami juga mendorong kejelasan perhitungan proyeksi SiLPA sebesar Rp80,08 miliar agar pembiayaan defisit anggaran bersifat realistis dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Amirah.

Dalam aspek pembangunan sektoral, Fraksi PDI Perjuangan meminta kebijakan anggaran disesuaikan dengan karakteristik Kota Batu yang bertumpu pada pariwisata, pertanian, perdagangan, dan jasa.

Pengembangan pariwisata, misalnya, tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan wisatawan. Pemerintah juga perlu memastikan aktivitas wisata memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di sektor pertanian, keberlangsungan lahan produktif petani perlu mendapat perhatian. Sementara itu, pengelolaan sampah, ketersediaan air, dan mitigasi risiko bencana juga harus diperhitungkan dalam penentuan prioritas anggaran.

Fraksi PDI Perjuangan turut menekankan keterbukaan informasi dan akuntabilitas dalam proses penyusunan APBD. Setiap penyesuaian anggaran setelah kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) harus disertai penjelasan mengenai dasar kebijakan serta dampaknya terhadap prioritas pembangunan.

Catatan tersebut menjadi bagian dari pembahasan lanjutan Raperda APBD 2027 agar kebijakan fiskal Kota Batu tidak hanya berorientasi pada besaran anggaran, tetapi juga memperkuat kemampuan keuangan daerah dan menjawab kebutuhan masyarakat. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...
UMKM

Mendorong Kemandirian UMKM Kebun Sagu hingga Pantai Sumilir Tuban

TUBAN – Penguatan ekonomi pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Tuban terus dilakukan ...