MAGETAN – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti kediaman Anggota DPRD Kabupaten Magetan, Hj. Rita Haryati, di Desa Blaran, Kecamatan Barat, Senin (16/3/2026) sore.
Di tengah momen bulan suci Ramadan, politisi PDI Perjuangan ini memilih merajut silaturahmi dengan puluhan anak yatim piatu melalui acara buka puasa bersama dan pemberian santunan.
Sebanyak 55 anak yatim dari Panti Asuhan Siti Walidah serta anak-anak dari Desa Blaran dan Bangunasri hadir didampingi oleh 20 pengasuh.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni rutin tahunan, melainkan bentuk dukungan nyata bagi anak-anak yang telah kehilangan figur orang tua.
Pesan Penguatan Mental
Dalam sambutannya, Ketua Komisi B DPRD Magetan yang akrab disapa Bunda Rita ini memberikan pesan menyentuh. Ia menekankan pentingnya keteguhan hati bagi anak-anak yatim dalam menghadapi ujian hidup.
”Setiap orang pasti pernah bersedih, tapi kita tidak boleh larut dalam kesedihan. Jadikan kesedihan itu sebagai semangat dan motivasi agar kalian tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat,” ujar Rita di hadapan para tamu undangan.

Ia juga mengingatkan anak-anak untuk senantiasa mengirimkan doa kepada orang tua mereka yang telah tiada. Baginya, doa anak yang saleh adalah kado terbaik yang bisa diberikan, sembari tetap optimis dalam mengejar cita-cita.
Rita menyebutkan bahwa Ramadan adalah momentum paling istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah, salah satunya melalui aksi kepedulian sosial.
Ia berharap langkah kecil ini dapat memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak-anak.
”Ini tak sekadar menghadirkan pemberian santunan, tetapi juga pesan kepedulian sosial dan dukungan nyata terhadap mereka. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berbagi jika kita memiliki kelebihan rezeki,” tambahnya.
Semangat Gotong Royong
Melalui kegiatan ini, kader PDI Perjuangan tersebut ingin menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Hal ini dinilai sejalan dengan semangat pengabdian partai yang harus selalu dekat dan menyentuh hati rakyat kecil.
Acara ditutup dengan doa bersama dan santap buka puasa yang sederhana namun penuh rasa kekeluargaan, meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak yang hadir.(rud/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












