SURABAYA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengingatkan kader dan pengurus PDI Perjuangan Jawa Timur untuk bersiap hadapi ancaman badai siklon tropis.
Hal tersebut ia sampaikan saat membuka gelaran Konferda & Konfercab Jawa Timur di Hotel Shangri-La Surabaya, pada Sabtu (20/12/2025).
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan arahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar kader segera turun ke rakyat, mengantisipasi bencana bibit siklon tropis yang mengancam Indonesia, terutama selatan Jawa.
Seperti diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Sabtu, 20 Desember 2025, memberikan peringatan, sistem bibit siklon tropis 93S memiliki peluang tinggi untuk menjadi siklon tropis dalam periode 24 jam ke depan.
Meskipun bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia, bibit siklon tropis 93S ini akan memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga 21 Desember 2025 pukul 07.00 Wib.

“Salam dari Bu Megawati menginfokan pesan yang sangat penting. Perkiraan BMKG akan terjadi siklon tropis di Jawa bagian selatan. Diberikan arahan seluruh jajaran PDI Perjuangan untuk bersiap dan harus terdepan membantu rakyat korban bencana,” ujarnya.
Untuk itu, sebagai partai yeng terkenal dengan semboyan partainya wong cilik, Hasto mengimbau seluruh kader untuk peka dan terus terjun ke rakyat, mulai mitigasi, hingga penanggulangan bencana.
Terlebih, kepedulian PDI Perjuangan terhadap bencana sudah tak perlu diragukan. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) tingkat cabang hingga pusat selalu terdepan.
“Ini sangat penting. Alhamdulillah di tengah persoalan bencana alam yang terjadi, PDI Perjuangan tedepan melalui Baguna, di dalam membela kepentingan rakyat,” tuturnya.
Hasto juga mengingatkan kader untuk ikut menjaga keseimbangan alam. Berkaca dari bencana banjir dan longsor yang menimpa tiga wilayah Sumatra, pihaknya tak ingin kejadian serupa juga terjadi di Jawa Timur.
“Alam sedang marah, bumi pertiwi sedang marah atas ulah manusia yang tidak mampu menjaga keseimbangan alam,” pungkasnya. (nia/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













