Minggu
19 Juli 2026 | 7 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambut Tahun Baru Islam, Banteng Kota Surabaya Gelar Doa Bersama

pdip-jatim-250627-tahun-baru-islam-dpc-sby

SURABAYA – Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya menggelar doa bersama, Kamis (26/6/2025) malam.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2025, sekaligus menjadi pengingat ideologis dan spiritual bagi seluruh kader untuk kembali pada jati diri perjuangan partai.

Selain ratusan kader, acara yang berlangsung di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini juga dihadiri jajaran pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya, serta tokoh masyarakat.

Suasana penuh kekhidmatan menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan doa hingga tausiyah yang diakhiri dengan doa khusus untuk Bung Karno dan para tokoh partai yang telah wafat.

Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Yordan M Batara Goa, menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram bukan hanya momen keagamaan, melainkan juga sarana peneguhan kembali semangat ideologis partai dalam mensejahterakan rakyat.

“Peringatan satu Muharram ini bukan sekadar seremoni. Ini saatnya kita mempertebal ketakwaan dan memperkuat kembali semangat pengabdian. Kita doakan Bung Karno, para pendahulu kita, sekaligus mengingatkan diri bahwa kita belum selesai dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” jelas Yordan.

Dia menyampaikan bahwa ketakwaan sejati bukan hanya soal ibadah personal, tapi juga tanggung jawab sosial kader partai dalam memberi dampak nyata kepada masyarakat.

“Ketakwaan bukan cuma urusan kita dengan Tuhan. Tapi juga sejauh mana kita membawa manfaat untuk sesama. Kalau kita kader partai, maka tanggung jawab itu makin besar: hadir, menyapa, dan memperjuangkan rakyat,” tuturnya.

Anggota DPRD Jawa Timur itu juga menegaskan kembali makna tema Bulan Bung Karno 2025: “Kembalilah kepada Sumbermu.” Menurutnya, sumber utama dari perjuangan PDI Perjuangan adalah rakyat. Maka setiap kader harus bercermin: apakah langkah perjuangannya sudah benar-benar berpihak pada rakyat.

“Sumber kita adalah rakyat. Jangan merasa hebat kalau rakyat belum sejahtera. Jangan merasa banyak bergerak, kalau gerakan itu belum menjawab kebutuhan rakyat. Kader sejati adalah yang tak pernah lupa untuk kembali ke rakyat,” tegas Yordan.

Dia juga menyebutkan bahwa momen ini menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk tetap satu barisan dalam menjalankan garis perjuangan partai dan arahan Ketua Umum.

“Kita harus tegak lurus pada garis perjuangan partai dan tunduk pada keputusan ketua umum. Politik bukan soal ego dan ambisi. Politik adalah pengabdian. Dan kita di PDI Perjuangan sudah diajarkan itu oleh Bung Karno sejak awal,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Erma Susanti Dorong Hilirisasi Kopi, Petani Harus Nikmati Nilai Tambah Ekonomi

Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti mendorong hilirisasi kopi di Blitar. Petani dan generasi muda diminta ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang: Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menegaskan penguatan koperasi harus menjadi agenda bersama untuk memperkokoh ...
KABAR CABANG

Menumbuhkan Spirit Gotong Royong Melalui Turnamen Voli Piala Kades Sumbersuko, Lumajang

LUMAJANG – Lapangan Voli Brajamusti di Desa Sumbersuko, Lumajang, menjadi saksi riuh rendahnya ratusan warga yang ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Harus Bebas Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kawasan Car Free Day harus bebas dari pungutan liar. Pemkot menggandeng ...
KRONIK

Rano Karno: Si Doel, Kudatuli, dan Utang Demokrasi yang Tak Boleh Dilupakan

Dalam peringatan 30 tahun Kudatuli, Rano Karno menyebut perjalanan politiknya tak lepas dari perjuangan para korban ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Bangun Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta Pemkab Jember membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. ...