Kamis
13 Agustus 2026 | 10 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Said Abdullah Desak Pemerintah Segera Cairkan DBH Rp132 Triliun untuk Ringankan Tekanan Fiskal Daerah

pdip jatim 251031 buya 1

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendesak pemerintah segera mencairkan dana bagi hasil kurang salur Rp132 triliun untuk membantu daerah menghadapi tekanan fiskal dan menjaga pembayaran gaji PPPK.

JAKARTA – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mendesak pemerintah pusat segera mencairkan dana bagi hasil (DBH) kurang salur sebesar Rp132 triliun guna meringankan tekanan fiskal yang dihadapi sejumlah pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar daerah tetap mampu memenuhi kewajiban belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji dan honorarium PPPK.

Desakan itu disampaikan Said menyusul meningkatnya tekanan fiskal di sejumlah daerah yang dikhawatirkan berdampak terhadap keberlangsungan pelayanan publik.

Menurutnya, pencairan DBH yang masih tertunda merupakan solusi paling cepat untuk memperkuat likuiditas kas daerah di tengah keterbatasan ruang fiskal.

“Kondisi fiskal di daerah sudah mengalami tekanan yang luar biasa. Oleh karenanya, alangkah baiknya jika pemerintah pusat ikut turun rembuk dengan daerah,” ujar Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Said menjelaskan Banggar DPR RI sejak awal telah mengingatkan adanya potensi penurunan kemampuan fiskal daerah. Karena itu, pemerintah pusat didorong segera memenuhi hak daerah melalui pencairan DBH kurang salur.

“Dana bagi hasil yang kurang salur sebesar Rp132 triliun segera dicairkan untuk daerah-daerah agar daerah bisa bernapas dan mampu membayar honor, gaji, PPPK,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai langkah tersebut akan membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas anggaran sekaligus mencegah munculnya kebijakan yang berpotensi mengganggu pelayanan publik.

Desakan tersebut mengemuka seiring polemik rencana merumahkan ribuan PPPK di Kota Tidore Kepulauan akibat tekanan fiskal APBD. Menurut Said, kondisi serupa tidak seharusnya terjadi apabila pemerintah pusat bergerak cepat membantu daerah yang mengalami kesulitan keuangan.

“Seharusnya tidak terjadi dalam kondisi seperti ini. Pemerintah sudah berkomitmen, bagi daerah yang kesulitan fiskal, pemerintah akan turun tangan,” katanya.

Said juga meminta pemerintah segera memetakan daerah-daerah yang memiliki risiko fiskal tinggi agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih dini dan hak-hak pegawai maupun pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Malang Minta Diskominfo Optimalkan 7 Videotron, Jangan Tambah Aset yang Bebani APBD

MALANG – DPRD Kabupaten Malang meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengoptimalkan tujuh aset ...
KABAR CABANG

Musran-Musanran Rampung, PDIP Trenggalek Konsolidasi Struktur Desa Hadapi Agenda 2027-2029

DPC PDI Perjuangan Trenggalek merampungkan Musran-Musanran di 152 desa dan mulai mengonsolidasikan pengurus baru ...
LEGISLATIF

Sidang Tahunan MPR 2026 Dimajukan ke 14 Agustus, Puan Pastikan DPR Lebih Khidmat

Sidang Tahunan MPR 2026 dimajukan menjadi Jumat, 14 Agustus karena 16 Agustus jatuh pada Minggu. Puan memastikan ...
KABAR CABANG

Bojonegoro Dilanda Kekeringan, Warga Sukosewu Terima Bantuan 10.000 Liter Air Bersih dari Abidin Fikri

BOJONEGORO – Dampak musim kemarau dan fenomena El Nino mulai meluas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Salah satu ...
KRONIK

Candra Minta TAPD Jember Buka Angka di Balik Rencana Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) membuka seluruh ...
KRONIK

Sonny PDIP Ajak KTH dan UMKM Kayu Banyuwangi Jaga Hutan dari Hulu hingga Hilir

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kelompok Tani Hutan (KTH), pelaku industri, ...