Selasa
15 September 2026 | 10 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma: Tidak Ada Sinyal di Pilkada DKI

pdip-jatim-tri-risma-03

pdip-jatim-tri-risma-03JAKARTA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tidak ada sinyal dari PDI Perjuangan soal pencalonan dirinya di Pilkada DKI Jakarta.

“Tidak ada. Dulu (Pilkada Surabaya) saya juga enggak ada sinyal kok,” kata Risma di kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Risma menyebut kedatangannya ke Jakarta tidak terkait dengan pilkada, meski masa pendaftaran Pilkada DKI berakhir pada 23 September 2016.

Dia datang ke Jakarta untuk menjadi salah satu narasumber dalam diskusi bertajuk “Tantangan Pemenuhan Target Program Sejuta Rumah di Tengah Pemangkasan Anggaran”.

Namun, dia ‎mengaku tidak akan bisa menghindar jika PDIP meminta dirinya untuk maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.

Risma menceritakan, dirinya tidak pernah membayangkan‎ menjadi pejabat publik seperti Wali Kota Surabaya ataupun Gubernur Jakarta mendatang. Karena menurutnya sebagai pejabat memiliki tanggung jawab yang besar kepada masyarakat serta Tuhan.

“‎Tapi kadang manusia itu tidak bisa menghindari itu (menjadi pejabat publik),” ucap Risma.

Dia juga mengungkapkan, ketika dirinya dulu sudah menolak menjadi Calon Wali Kota Surabaya, tetapi tetap saja turun rekomendasi mengusung dirinya. “Ya sudah saya jalani, karena belum tentu jadi kan?” imbuh dia.

Meski tidak bisa menghindari, Risma yang saat ini banyak didukung dari berbagai pihak untuk maju sebagai sebagai saingan Ahok, mengaku masih menolak untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta.

“‎Sampai sekarang saya masih menolak, dan saya ketemu Bu Mega tidak pernah membahas itu (Pilkada Jakarta),” tutur Risma.

Ketika ditanya kesiapannya untuk maju pada Pilkada Jakarta, Risma mengatakan akan menjawab ketika bila rekomendasi datang dari Megawati.

“Ya nanti saya jawab saat saya diminta maju. Nanti saya jawab, teman-teman saya kumpulkan kalau saya dikasih. Kalau tidak, tidak usah tanya toh,” ujar Risma.

Pada kesempatan itu, Risma juga menyatakan tidak pernah tertarik kepada elektabilitas yang dibuat lembaga survei terkait kontestasi dalam menjadi kepala daerah.

“Saya itu ndak pernah tertarik elektabilitas. Dulu juga di Surabaya saya ndak pernah lihat survei-survei,” ungkapnya.

Beberapa lembaga survei menyatakan, Risma dapat menjadi pesaing terberat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Survei itu di antaranya dinyatakan oleh Poltracking Indonesia, yang melakukan survei terhadap 20 kandidat calon gubernur Jakarta.

Hasil survei yang dilakukan pada 6-9 September 2016 itu menyatakan tingkat popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas Risma yang paling mampu bersaing dengan Ahok. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Raperda P-APBD 2026 Disepakati, Syaifuddin: Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Tak Boleh Dicoret

SURABAYA — Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Sidak Gudang Pengepul Kentang Mitra Indofood usai Keluhan Petani Soal Panen Lambat

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan turun langsung meninjau gudang pengepul kentang di Jalan Raya ...
LEGISLATIF

Puan Kenang Jejak Bung Karno dan Bulgarian Rose dalam 70 Tahun Persahabatan Indonesia-Bulgaria

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mengenang kunjungan Presiden pertama RI Soekarno ke Bulgaria pada 1961, saat ...
LEGISLATIF

Developer di Gresik Tak Sediakan Lahan Makam Terancam Sanksi

GRESIK – Pengelolaan pemakaman menjadi perhatian serius wakil rakyat kabupaten Gresik. Pasalnya, perumahan kian ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Kirim Air Bersih ke Tiga Desa di Sumberrejo Terdampak Kekeringan

BOJONEGORO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro mendorong berbagai pihak untuk ...
OLAHRAGA

Hadapi Porprov 2027, Doding Dorong Semua Cabor Terus Poles Atlet dan Pelatih

TRENGGALEK — Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Trenggalek mendorong ...