Sabtu
05 September 2026 | 6 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma Soroti Persoalan Pendidikan di Jatim, dari Pungli Hingga Ijazah Tersandera

IMG-20241028-WA0100_copy_826x562

NGAWI – Dalam rangkaian Safari Politik dan Konsolidasi Partai, Cagub Jatim Nomor Urut 3, Tri Rismaharini, menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah isu yang tak kunjung terselesaikan di Jawa Timur.

Di hadapan kader PDI Perjuangan daerah Mataraman, yakni Ngawi, Tuban, dan Bojonegoro serta Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Rsima menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen daerah dalam menjawab tantangan yang dihadapi masyarakat.

Risma membuka sambutannya dengan menuturkan kisah perjalanannya selama berkeliling Jawa Timur, ia memulai dengan kondisi kekeringan yang parah yang melanda sejumlah daerah di Jawa Timur.

“Kondisi kekeringan di provinsi kita sangat mengkhawatirkan. Kita harus segera mencari solusi berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus berjuang dengan masalah kekurangan air,” ungkap Risma di Ballroom Notosuman, Ngawi, Senin (28/10/2024).

Mantan Wali Kota Surabaya dua periode tersebut mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang baik dan pemanfaatan teknologi untuk memastikan semua daerah, terutama yang paling terdampak, dapat mengakses air bersih.

Risma kemudian beralih ke isu pendidikan, yang menjadi salah satu fokus utamanya. Ia mencatat dengan prihatin bahwa banyak anak di Banyuwangi, khususnya, terhambat untuk melanjutkan pendidikan.

“Ada seorang ibu dengan tiga anak kembar yang tidak bisa bekerja karena tidak memiliki ijazah. Lebih mencengangkan lagi, sekitar 700 anak di sekolah tersebut belum mengambil ijazah mereka karena masalah biaya. Ini adalah gambaran betapa sulitnya akses pendidikan bagi sebagian besar masyarakat kita,” ungkapnya.

Menurut Risma, kondisi ini menuntut tindakan nyata dari pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan perlunya program-program yang tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga meringankan beban biaya yang ditanggung oleh keluarga-keluarga kurang mampu.

“Kita perlu memberikan solusi konkret untuk memastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang, yakni melalui sekolah gratis tanpa pungutan apapun hingga tingkat SMA/SMK,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mantan Menteri Sosial RI itu juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai bagian dari pendidikan. Sehingga ia mengusulkan insentif bagi guru honorer dan pendidik di pondok pesantren, agar mereka dapat lebih berkontribusi dalam menciptakan generasi yang paham dan mencintai tanah air.

“Pendidikan karakter dan nasionalisme harus ditanamkan sejak dini, dan kita harus mendukung para pendidik yang berjuang dalam kondisi yang sulit,” jelasnya.

Isu kesehatan juga menjadi prioritas dalam pembicaraan Risma. Ia menekankan bahwa setiap warga Jawa Timur berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak dan gratis. Untuk itu, program kesehatan yang inklusif dan efisien untuk peningkatan kualitas perlu menjadi perhatian.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap individu. Saya akan berjuang untuk memastikan bahwa semua warga, terutama mereka yang kurang mampu, dapat mengakses layanan kesehatan tanpa biaya,” katanya.

Risma juga tidak melupakan aspek infrastruktur yang krusial dalam pembangunan daerah. Ia mencatat bahwa daerah-daerah seperti Madura, Gresik, dan Tuban menghadapi masalah banjir rob, serta kurangnya pasokan air bersih.

“Kita perlu mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, termasuk membangun infrastruktur yang mendukung seperti jalan dari Bangkalan ke Sumenep,” jelasnya.

Dalam konteks infrastruktur, Risma mengkritik tingginya biaya tol yang membuat masyarakat enggan memanfaatkannya.

“Saya sudah melihat tantangan ini sejak menjabat sebagai menteri. Rencana saya adalah menyelesaikan jalur lintas selatan (JLS) yang telah terhambat selama 40 tahun. Ini penting untuk konektivitas dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Untuk itu, Risma mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk bersatu dan bergerak maju demi kesejahteraan rakyat Jawa Timur. “Kita harus berkomitmen untuk menciptakan perubahan nyata. Bersama, kita bisa membangun masa depan yang lebih baik untuk semua,” pungkasnya. (yol/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...
LEGISLATIF

Puan Dukung Penegakan Hukum 21 Badan Usaha Terkait Karhutla, Minta Prosesnya Transparan

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan penegakan hukum ...
KRONIK

Hasto Ingatkan Ancaman Populisme Otoriter, Dorong Lima Agenda Ketahanan Demokrasi

YOGYAKARTA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan menguatnya populisme otoriter dapat ...
KRONIK

Pantau Langsung Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Ajukan Helikopter Water Bombing

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memantau langsung lokasi kebakaran di Kawsan Pegunungan Ijen, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Lantik 4 Kepala OPD, Tekankan Integritas dan Pelayanan Terbaik untuk Rakyat

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) di ...
KABAR CABANG

Formasi Baru Terbentuk, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Pagerwojo Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pagerwojo masa bakti 2026-2031 resmi ...