Selasa
28 Juli 2026 | 5 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Renungan 30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan Ponorogo Nyalakan Lilin Demokrasi

PDIP-Jatim DPC Ponorogo 28072026

PONOROGO – Ruangan aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo mendadak temaram, pada Senin (27/7/2026) malam. Seluruh lampu dipadamkan, menyisakan cahaya puluhan lilin yang digenggam para kader.

Suasana hening itu menjadi bagian dari peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang digelar DPC setempat. Jajaran pengurus struktural DPC bersama pengurus PAC se-Kabupaten Ponorogo mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari nonton bareng film dokumenter, renungan, hingga doa bersama.

Cahaya lilin terus menyala seolah menjadi simbol penghormatan kepada mereka yang pernah berjuang mempertahankan demokrasi di tengah tekanan politik pada masa itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Siswandi, mengatakan bahwa peringatan tersebut merupakan upaya menjaga ingatan kolektif kader sekaligus mengenalkan sejarah perjuangan Partai kepada generasi muda.

“Ini sesuai arahan DPP Partai dengan menggelar renungan sekaligus sosialisasi kepada generasi muda agar mereka lebih mengenal bagaimana PDI Perjuangan lahir dari proses yang panjang, mulai dari tetesan darah hingga gas air mata yang dialami para pejuang demokrasi,” terangnya.

Menurutnya, peristiwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah politik, tetapi juga pengingat bahwa demokrasi harus terus dijaga.

“Harapannya, peristiwa tersebut bisa dimaknai sebagai pegangan bahwa demokrasi harus tetap ditegakkan, berjalan ke arah yang benar, tanpa intervensi dari pihak-pihak mana pun. Tujuan utama demokrasi adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Ponorogo itu menjelaskan, lahirnya PDI Perjuangan tidak melalui proses yang mudah. Setelah Megawati Soekarnoputri terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Sukolilo, muncul kongres tandingan di Medan yang saat itu diakui pemerintah.

Situasi tersebut menjadi bagian dari dinamika politik yang kemudian melahirkan PDI Pro Mega hingga akhirnya berdiri sebagai PDI Perjuangan.

Perjalanan panjang itu, lanjut Siswandi, menjadi bukti bahwa perjuangan mempertahankan demokrasi selalu membutuhkan keberanian, kesabaran, dan keteguhan menghadapi berbagai tekanan.

“Kalau praktik-praktik yang mencederai demokrasi dibiarkan, maka demokrasi akan mati. Karena itu, semangat perjuangan Kudatuli harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar demokrasi Indonesia tetap hidup dan berpihak kepada rakyat,” tutur Siswandi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rakyat, aktivis, dan mahasiswa yang pada masa itu ikut mengawal tegaknya demokrasi. Menurutnya, kepedulian berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa nilai-nilai demokrasi tetap dapat dipertahankan hingga sekarang. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Malang: Kudatuli Ingatkan Demokrasi Harus Terus Dijaga

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang menegaskan Kudatuli menjadi pengingat penting agar demokrasi terus dijaga ...
KABAR CABANG

Renungan 30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan Ponorogo Nyalakan Lilin Demokrasi

PONOROGO – Ruangan aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo mendadak temaram, pada Senin (27/7/2026) ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Blitar Jadikan Peringatan Kudatuli sebagai Edukasi Politik bagi Generasi Muda

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar memanfaatkan peringatan 30 tahun Kudatuli sebagai sarana edukasi politik bagi ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah: Saya Datang untuk Kulak Masalah, Bukan Sekadar Jalani Reses

Anggota DPRD Jatim Wiwin Sumrambah menegaskan reses adalah momentum “kulak masalah” untuk menyerap dan mengawal ...
KRONIK

Darul: Kudatuli Membuka Jalan Lahirnya Kepala Daerah dan Anggota Dewan dari Rakyat Biasa

SUMENEP – Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 dinilai menjadi tonggak penting yang membuka ruang demokrasi lebih luas ...
KRONIK

Refleksi 30 Tahun Kudatuli di Banyuwangi, Sonny Ajak Generasi Muda Jaga Demokrasi

BANYUWANGI – Tiga dekade telah berlalu sejak peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Tragedi Kudatuli. ...