Sabtu
05 September 2026 | 3 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Renungan 30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan Ponorogo Nyalakan Lilin Demokrasi

PDIP-Jatim DPC Ponorogo 28072026

PONOROGO – Ruangan aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo mendadak temaram, pada Senin (27/7/2026) malam. Seluruh lampu dipadamkan, menyisakan cahaya puluhan lilin yang digenggam para kader.

Suasana hening itu menjadi bagian dari peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang digelar DPC setempat. Jajaran pengurus struktural DPC bersama pengurus PAC se-Kabupaten Ponorogo mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari nonton bareng film dokumenter, renungan, hingga doa bersama.

Cahaya lilin terus menyala seolah menjadi simbol penghormatan kepada mereka yang pernah berjuang mempertahankan demokrasi di tengah tekanan politik pada masa itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Siswandi, mengatakan bahwa peringatan tersebut merupakan upaya menjaga ingatan kolektif kader sekaligus mengenalkan sejarah perjuangan Partai kepada generasi muda.

“Ini sesuai arahan DPP Partai dengan menggelar renungan sekaligus sosialisasi kepada generasi muda agar mereka lebih mengenal bagaimana PDI Perjuangan lahir dari proses yang panjang, mulai dari tetesan darah hingga gas air mata yang dialami para pejuang demokrasi,” terangnya.

Menurutnya, peristiwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah politik, tetapi juga pengingat bahwa demokrasi harus terus dijaga.

“Harapannya, peristiwa tersebut bisa dimaknai sebagai pegangan bahwa demokrasi harus tetap ditegakkan, berjalan ke arah yang benar, tanpa intervensi dari pihak-pihak mana pun. Tujuan utama demokrasi adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Ponorogo itu menjelaskan, lahirnya PDI Perjuangan tidak melalui proses yang mudah. Setelah Megawati Soekarnoputri terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Sukolilo, muncul kongres tandingan di Medan yang saat itu diakui pemerintah.

Situasi tersebut menjadi bagian dari dinamika politik yang kemudian melahirkan PDI Pro Mega hingga akhirnya berdiri sebagai PDI Perjuangan.

Perjalanan panjang itu, lanjut Siswandi, menjadi bukti bahwa perjuangan mempertahankan demokrasi selalu membutuhkan keberanian, kesabaran, dan keteguhan menghadapi berbagai tekanan.

“Kalau praktik-praktik yang mencederai demokrasi dibiarkan, maka demokrasi akan mati. Karena itu, semangat perjuangan Kudatuli harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar demokrasi Indonesia tetap hidup dan berpihak kepada rakyat,” tutur Siswandi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rakyat, aktivis, dan mahasiswa yang pada masa itu ikut mengawal tegaknya demokrasi. Menurutnya, kepedulian berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa nilai-nilai demokrasi tetap dapat dipertahankan hingga sekarang. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...