Sabtu
12 September 2026 | 6 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Renungan 30 Tahun Kudatuli, PDI Perjuangan Ponorogo Nyalakan Lilin Demokrasi

PDIP-Jatim DPC Ponorogo 28072026

PONOROGO – Ruangan aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo mendadak temaram, pada Senin (27/7/2026) malam. Seluruh lampu dipadamkan, menyisakan cahaya puluhan lilin yang digenggam para kader.

Suasana hening itu menjadi bagian dari peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang digelar DPC setempat. Jajaran pengurus struktural DPC bersama pengurus PAC se-Kabupaten Ponorogo mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari nonton bareng film dokumenter, renungan, hingga doa bersama.

Cahaya lilin terus menyala seolah menjadi simbol penghormatan kepada mereka yang pernah berjuang mempertahankan demokrasi di tengah tekanan politik pada masa itu.

Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Siswandi, mengatakan bahwa peringatan tersebut merupakan upaya menjaga ingatan kolektif kader sekaligus mengenalkan sejarah perjuangan Partai kepada generasi muda.

“Ini sesuai arahan DPP Partai dengan menggelar renungan sekaligus sosialisasi kepada generasi muda agar mereka lebih mengenal bagaimana PDI Perjuangan lahir dari proses yang panjang, mulai dari tetesan darah hingga gas air mata yang dialami para pejuang demokrasi,” terangnya.

Menurutnya, peristiwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah politik, tetapi juga pengingat bahwa demokrasi harus terus dijaga.

“Harapannya, peristiwa tersebut bisa dimaknai sebagai pegangan bahwa demokrasi harus tetap ditegakkan, berjalan ke arah yang benar, tanpa intervensi dari pihak-pihak mana pun. Tujuan utama demokrasi adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” katanya.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Ponorogo itu menjelaskan, lahirnya PDI Perjuangan tidak melalui proses yang mudah. Setelah Megawati Soekarnoputri terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Sukolilo, muncul kongres tandingan di Medan yang saat itu diakui pemerintah.

Situasi tersebut menjadi bagian dari dinamika politik yang kemudian melahirkan PDI Pro Mega hingga akhirnya berdiri sebagai PDI Perjuangan.

Perjalanan panjang itu, lanjut Siswandi, menjadi bukti bahwa perjuangan mempertahankan demokrasi selalu membutuhkan keberanian, kesabaran, dan keteguhan menghadapi berbagai tekanan.

“Kalau praktik-praktik yang mencederai demokrasi dibiarkan, maka demokrasi akan mati. Karena itu, semangat perjuangan Kudatuli harus terus diwariskan kepada generasi penerus agar demokrasi Indonesia tetap hidup dan berpihak kepada rakyat,” tutur Siswandi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rakyat, aktivis, dan mahasiswa yang pada masa itu ikut mengawal tegaknya demokrasi. Menurutnya, kepedulian berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa nilai-nilai demokrasi tetap dapat dipertahankan hingga sekarang. (jrs/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah Dorong Informasi Sertifikasi Halal Diperkuat, UMKM Harus Mudah Akses Layanan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, mendorong penguatan penyebaran informasi dan ...