Kamis
22 Oktober 2026 | 4 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Renny Pramana dan Pulung Agustanto Sosialisasi Pemanfaatan Bansos untuk Pencegahan Stunting

pdip-jatim-230916-sosialisasi-bansos-1

KEDIRI – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana bersama bapak asuh stunting Pulung Agustanto menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Bansos Untuk Pencegahan Dan Penanganan Stunting di Kabupaten Kediri, Sabtu (16/9/2023).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Sosial Kabupaten Kediri ini dilaksanakan di Gedung Bagawanta. Teknisnya sosialisasi dibagi dalam dua sesi.

Peserta sosialiasi melibatkan ratusan ketua kelompok pendamping PKH mencakup 8 wilayah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Ngasem, Gurah, Gampeng Rejo, Kayen Kidul, Kepung, Puncu dan Papar.

Dalam sambutannya Wara Sundari Renny Pramana menyebut para ketua kelompok pendamping PKH di Kabupaten Kediri adalah orang hebat.

“Ketua kelompok ini kan ujung tombak, karena jenengan satu orang punya anggota minimal 20. Diharapkan nantinya bisa membantu mensosialisasikan dan memberikan edukasi tentang pemanfaatan bansos untuk pencegahan dan penanganan stunting,” kata Renny Pramana.

Bahkan dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu, dia sempat melontarkan pujian atas kinerja pendamping PKH dan tim yang ikut berkontribusi dalam menurunkan angka penderita stunting di wilayah Kabupaten Kediri.

Sementara itu Pulung Agustanto sebagai bapak asuh stunting menambahkan, jumlah penderita stunting di Kabupaten Kediri wajib harus terus diturunkan.

“Mengapa harus diturunkan? Karena ini adalah salah satu tujuan bangsa ini untuk mencapai Indonesia emas pada tahun 2045. Jadi untuk urusan Bansos tentu juga menjadi peran ibu ibu dalam menanggulangi stunting,” katanya.

Pencipta lagu Rambut Putih (Ganjar Pranowo) ini menjelaskan ada banyak faktor yang melatarbelakangi anak terkena stunting. Diantaranya pasangan menikah muda.

“Usia menikah minimal 20 tahun. Posisi perkembangan pinggul akan bergerak terus sehingga pada saat berusia 20 tahun pinggulnya akan berhenti pada diameter 10 centi meter. Bayi itu ukuran kepalanya rata rata 9,9 cm. Hal hal tersebut harus diberitahukan ke masyarakat. Selanjutnya asupan gizi pada dia yang sedang hamil sampai melahirkan harus dijaga,” papar dia.

Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Bansos Untuk Pencegahan Dan Penanganan Stunting di Kabupaten Kediri sudah tiga kali ini dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kediri.

Sebelumnya kegiatan yang sama dilaksanakan di wilayah Kecamatan Pare dan Kecamatan Semen. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Masa Tunggu Haji Diseragamkan, Ina Ingatkan Ketatnya Syarat Istitha’ah

BONDOWOSO – Pemerintah memperbarui sistem antrean keberangkatan ibadah haji untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Ingatkan Ancaman Benturan Lahan Rumah Murah dan Pangan

JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Video Call Rombongan Penari Gandrung Sewu Korban Kapal Terbakar, Bupati Ipuk Semangati Tetap Tampil

BANYUWANGI – Mendengar kabar lima penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung merupakan penumpang KMP Batmandi ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kekeringan dan Karhutla Tak Boleh Jadi Bencana Tahunan yang Dianggap Biasa

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengingatkan pemerintah daerah untuk memperkuat ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Menurun Secara Makro, Fraksi PDI Perjuangan Pertanyakan Target RPJM

MAGETAN — Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kabupaten Magetan memberikan sorotan tajam ...
LEGISLATIF

Kampus II UB Ditargetkan Tampung 6.000 Mahasiswa, Darmadi Dorong Manfaat bagi Warga Lokal

MALANG – DPRD Kabupaten Malang memastikan akan mengawal pembangunan Kampus II Universitas Brawijaya (UB) di ...