Senin
08 Juni 2026 | 1 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Renny Pramana dan Pulung Agustanto Sosialisasi Pemanfaatan Bansos untuk Pencegahan Stunting

pdip-jatim-230916-sosialisasi-bansos-1

KEDIRI – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana bersama bapak asuh stunting Pulung Agustanto menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Bansos Untuk Pencegahan Dan Penanganan Stunting di Kabupaten Kediri, Sabtu (16/9/2023).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Sosial Kabupaten Kediri ini dilaksanakan di Gedung Bagawanta. Teknisnya sosialisasi dibagi dalam dua sesi.

Peserta sosialiasi melibatkan ratusan ketua kelompok pendamping PKH mencakup 8 wilayah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Ngasem, Gurah, Gampeng Rejo, Kayen Kidul, Kepung, Puncu dan Papar.

Dalam sambutannya Wara Sundari Renny Pramana menyebut para ketua kelompok pendamping PKH di Kabupaten Kediri adalah orang hebat.

“Ketua kelompok ini kan ujung tombak, karena jenengan satu orang punya anggota minimal 20. Diharapkan nantinya bisa membantu mensosialisasikan dan memberikan edukasi tentang pemanfaatan bansos untuk pencegahan dan penanganan stunting,” kata Renny Pramana.

Bahkan dalam suatu kesempatan beberapa waktu lalu, dia sempat melontarkan pujian atas kinerja pendamping PKH dan tim yang ikut berkontribusi dalam menurunkan angka penderita stunting di wilayah Kabupaten Kediri.

Sementara itu Pulung Agustanto sebagai bapak asuh stunting menambahkan, jumlah penderita stunting di Kabupaten Kediri wajib harus terus diturunkan.

“Mengapa harus diturunkan? Karena ini adalah salah satu tujuan bangsa ini untuk mencapai Indonesia emas pada tahun 2045. Jadi untuk urusan Bansos tentu juga menjadi peran ibu ibu dalam menanggulangi stunting,” katanya.

Pencipta lagu Rambut Putih (Ganjar Pranowo) ini menjelaskan ada banyak faktor yang melatarbelakangi anak terkena stunting. Diantaranya pasangan menikah muda.

“Usia menikah minimal 20 tahun. Posisi perkembangan pinggul akan bergerak terus sehingga pada saat berusia 20 tahun pinggulnya akan berhenti pada diameter 10 centi meter. Bayi itu ukuran kepalanya rata rata 9,9 cm. Hal hal tersebut harus diberitahukan ke masyarakat. Selanjutnya asupan gizi pada dia yang sedang hamil sampai melahirkan harus dijaga,” papar dia.

Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Bansos Untuk Pencegahan Dan Penanganan Stunting di Kabupaten Kediri sudah tiga kali ini dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kediri.

Sebelumnya kegiatan yang sama dilaksanakan di wilayah Kecamatan Pare dan Kecamatan Semen. (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Harlah Bung Karno, BPEK Tuban “Ngangsu Kaweruh” Ideologi dan Ekonomi Kreatif di Blitar

KOTA BLITAR – Memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan ...
EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Fokus Tekan Pengangguran, Mas Dhito Genjot Pelatihan Kerja hingga Job Fair

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan Pemkab Kediri fokus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka ...
KRONIK

Ganjar Ajak Generasi Muda Suarakan Kegelisahan Bangsa Lewat Film dan Seni

Ganjar Pranowo mengajak generasi muda menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa ...
KRONIK

Hasto Ajak Kader PDIP dan Masyarakat Petik Pesan Moral Film Ghost in the Cell

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengimbau kader partai dan masyarakat memetik pesan moral dalam film Ghost ...
KABAR CABANG

Urun Rembug Barisan Marhaen, Cara DPC Ngawi Kenalkan Sepak Terjang Bung Karno kepada Gen Z 

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi disulap layaknya studio siniar pada Sabtu malam ...
KRONIK

Banteng Jatim FC U-17 Bungkam Deltras EPA 3-0, Modal Berharga Menuju Soekarno Cup 2026

Banteng Jatim FC U-17 mengalahkan Deltras EPA 3-0 dalam laga uji coba di Surabaya. Hasil ini memperpanjang tren ...