oleh

Rakercab Trenggalek, Whisnu Beber 6 Poin Agenda Pembahasan

-Berita Terkini-51 kali dibaca

TRENGGALEK – Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Whisnu Sakti Buana mengatakan terdapat 6 agenda yang harus dibahas dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang digelar di kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Selasa (8/6/2021).

6 Agenda tersebut, kata Whisnu, yaitu pertama terkait konsolidasi partai, yang kedua tentang pelaksanaan program partai, yang ketiga tentang program rekruitmen anggota, pendidikan politik dan kaderisasi, yang ke empat program pemenangan pemilu, yang kelima tentang pemetaan desa, yang keenam bagaimana cara merebut jabatan strategis untuk partai.

Menurutnya konsolidasi partai itu mencakup struktur partai, eksekutif partai dan legislatif partai. Kemudian yang kedua tentang pelaksanaan program.

Dalam program partai ini Whisnu menyampaikan, program apa saja yang telah dirancang oleh DPC PDI Perjuangan Trenggalek sejak 2019 hingga 2024. “Kita evaluasi program – program partai sampai sejauh ini,” paparnya.

Yang ketiga tentang program rekruitmen anggota, pendidikan politik dan kaderisasi. Dalam hal ini Whisnu menerangkan bahwa bagaimana rekruitmen anggota biasa bisa mengenalkan realisasi PDI Perjuangan di Kabupaten Trenggalek.

“Sehingga kita bisa merancang program berikutnya nanti dalam menghadapi Pemilu 2024,” kata dia.

Mengenai program pemenangan pemilu lanjutnya bagaimana dan seperti apa merancang konsep pemenangan Pemilu di Kabupaten Trenggalek kedepan.

Whisnu kemudian mencoba mengingatkan kembali bahwa sejak tahun 1999 hingga saat ini, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek hanya meraih satu kali kemenangan Pemilu di tahun 2009.

“Kita belum pernah bisa menang lagi ” kata Whisnu dalam sambutannya.

Oleh karena itu ia berharap di tahun 2024 mendatang sesuai amanat dari Kongres V PDI Perjuangan dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bahwa PDI Perjuangan harus menang tiga kali untuk pileg dan pilpres di tahun 2024.

Untuk menuju kemenangan tersebut jabarnya jajaran partai harus solid terlebih dulu. Setelah itu melakukan pergerakan secara bersama untuk memenangkan pemilu 2024 baik pileg, pilpres maupun pilkada.

“Kalau kita bergerak bersama – sama, kita rancang program pemenangan dengan bersama – sama, maka pergerakan kita bersama itu adalah untuk kemenangan partai bukan kemenangan orang per orang ” jelasnya.

“Jadi itu hukumnya wajib, bagi yang sudah jadi anggota legislatif, itu adalah petugas partai, bukan jadi karena dirinya sendiri tapi jadi karena PDI Perjuangan ” tegasnya.

Yang kelima tentang pemetaan desa diterangkan oleh Whisnu bahwa desa merupakan titik kunci pemetaan. PAC harus segera melakukan pemetaan tentang siapa saja tokoh yang ada di tiap desa, siapa kepala desanya, afiliasinya kemana, kondisi masyarakatnya seperti apa dan berapa jumlah kepala dusun yang ada di tiap desa.

“Karena desa itu memiliki karakter sendiri–sendiri,” urainya.

Yang keenam bagaimana merebut jabatan strategis untuk partai artinya kata Whisnu bagaimana jajaran DPC PDI Perjuangan Trenggalek bisa merebut jabatan untuk Kades, Kasun, BUMDes dan LPMK.

Hal ini kata Whisnu harus dilakukan, karena konsepnya adalah konsep kepartaian dan mesin partai yang bergerak. Selanjutnya setelah yang bersangkutan dijadikan untuk jabatan strategis, maka seluruh kader atau petugas partai harus memperhatikan juga kesejahteraan rakyat.

“Makanya ibu ketua umum kemarin mengingatkan kalau kepala daerah, anggota legislatif tidak mau disebut sebagai petugas partai, out dari kandang Banteng ” tambahnya. (man/pr)