PSBI bersama Asosiasi PSSI dan KONI Kabupaten Blitar mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga 4 Jawa Timur 2026. Gala Desa akan digelar sebagai ajang pencarian pemain muda potensial untuk memperkuat tim dan membidik prestasi hingga putaran nasional.
BLITAR – Politisi PDI Perjuangan yang menjabat Ketua Harian KONI Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, menegaskan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan PSSI untuk mempersiapkan Persatuan Sepakbola Blitar Indonesia (PSBI) secara maksimal dalam menghadapi Liga 4 Jawa Timur 2026.
Sejumlah langkah strategis disiapkan sejak dini agar tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Blitar mampu bersaing dan meraih prestasi pada kompetisi yang dijadwalkan bergulir Oktober mendatang.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang melibatkan jajaran KONI Kabupaten Blitar, Asosiasi PSSI Kabupaten Blitar, dan manajemen PSBI di kantor KONI setempat.
Menurut Fatatoh, target PSBI tidak sekadar menjadi peserta kompetisi, tetapi mampu berbicara banyak hingga menembus putaran nasional.
“Harapan kami PSBI tidak hanya menjadi peserta, tetapi mampu berprestasi dan melangkah sampai putaran nasional. Untuk itu persiapan harus dilakukan sejak sekarang,” ujar Fatatoh, Rabu (3/6/2026).
Sebagai bagian dari proses pembentukan skuad, KONI dan Asosiasi PSSI Kabupaten Blitar akan menggelar Gala Desa pada Juli mendatang. Selain menjadi ajang kompetisi antardesa, kegiatan tersebut juga difungsikan sebagai sarana pencarian talenta muda usia di bawah 21 tahun yang berpotensi memperkuat PSBI.
Menurut Fatatoh, agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar itu menilai pembinaan sepak bola yang selama ini dilakukan Asosiasi PSSI Kabupaten Blitar menunjukkan perkembangan positif.
Pembinaan berjenjang mulai kelompok usia delapan tahun hingga 15 tahun dinilai menjadi fondasi penting dalam mencetak regenerasi pemain yang berkualitas.
“Kami melihat pembinaan usia dini yang dilakukan cukup luar biasa. Ini harus terus dijaga dan ditingkatkan agar lahir regenerasi pemain yang berkualitas,” katanya.
Untuk memperkuat proses pembinaan tersebut, KONI juga mendorong peningkatan dukungan anggaran bagi sepak bola daerah. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang program pembinaan atlet muda sekaligus kebutuhan kompetisi yang semakin kompetitif.
Saat ini, alokasi anggaran untuk Asosiasi PSSI Kabupaten Blitar mencapai sekitar Rp95 juta yang digunakan untuk mendukung cabang olahraga sepak bola dan futsal. Meski mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, KONI menilai dukungan tersebut masih perlu diperkuat agar pembinaan berjalan lebih optimal.
“Kami akan terus mendorong agar dukungan anggaran bagi sepak bola bisa lebih maksimal. Dengan pembinaan yang kuat, dampaknya akan sangat besar bagi perkembangan prestasi olahraga di Kabupaten Blitar,” ungkapnya.
Fatatoh berharap keseriusan dalam pembinaan usia dini dan kompetisi berjenjang dapat menjadi jalan lahirnya pemain-pemain berbakat dari Kabupaten Blitar yang mampu berkiprah di level yang lebih tinggi.
“Semoga ke depan muncul pemain-pemain Kabupaten Blitar yang bisa bermain di Liga 1, Liga 2, bahkan memperkuat Tim Nasional Indonesia,” pungkasnya. (arif/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










