Jumat
16 Oktober 2026 | 12 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Petani Cabai Rawit di Ngawi Jual Rp 30.000/Kg, Harga di Pasaran Capai Rp 100.000/Kg, Ada Apa Ini?

IMG-20251211-WA0022_copy_766x517

NGAWI – Harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Ngawi terus merangkak naik. Cabai rawit merah menjadi komoditas yang paling mencolok, dengan harga di tingkat pengecer kini mencapai Rp 100 ribu per kilogram.

Pemerintah Kabupaten Ngawi kembali menggelar operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Namun, di tengah lonjakan harga yang begitu tinggi, para petani justru menghadapi kenyataan pahit: harga jual cabai di tingkat petani jauh di bawah harga pasar.

“Di tengah fenomena harga cabai yang tembus Rp 100 ribu, kami mendapat laporan petani hanya menjual di kisaran Rp 25–30 ribu. Artinya ada spread margin yang luar biasa,” ujar Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, saat membuka operasi pasar, Kamis (11/12/2025).

Menurut Bupati Ony, perbedaan harga yang signifikan itu harus segera dicari penyebab dan solusinya. Ada kemungkinan cabai produksi petani Ngawi tidak terserap maksimal di pasar lokal.

“Rintangan-rintangan ini harus kita carikan solusinya,” katanya.

Temuan lain menunjukkan bahwa sebagian pedagang pasar justru mendapat pasokan cabai dari luar daerah, bahkan ada yang telah menjalin kontrak dengan pemasok luar. Kondisi ini membuat harga cabai di pasar tradisional mengikuti harga pasokan dari luar wilayah.

“Sehingga harga itu bukan ditentukan pedagang kita, tetapi mengikuti harga dari luar daerah,” ungkap Bupati Ony.

Selain itu, petani dan pedagang lokal masih terkendala akses permodalan. Mekanisme pembayaran yang tertunda dari pedagang kepada petani juga menjadi persoalan krusial. Bupati Ony mendorong perbankan untuk hadir sebagai jembatan penyelesaian persoalan tersebut.

“Peran perbankan penting untuk memfasilitasi gap ini. Misalnya petani dipertemukan dengan pedagang, ada kepastian beli, petani dibayar dulu oleh perbankan, sehingga pedagang tinggal beli putus. Ini bisa mengintervensi persoalan stabilisasi harga di lapangan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pengendalian harga tidak cukup hanya melalui operasi pasar murah. Intervensi harus menyentuh pasar tradisional secara langsung agar stabilisasi harga berjalan efektif.

“Kita menekan laju inflasi tetap di bawah, tapi yang lebih penting adalah strategi ke depan, bagaimana stabilisasi harga ini bisa langsung terintervensi ke pasar-pasar tradisional kita semuanya,” terangnya.

Dalam operasi pasar tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau, di antaranya gula Rp15.000/kg, minyak goreng Rp16.000/liter, daging ayam Rp34.000/kg, cabai rawit Rp81.000/kg, cabai keriting Rp61.000/kg, dan telur Rp26.500/kg. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...