oleh

Petani Batu Bisa Jualan Online

BATU – Kelompok tani dan pelaku usaha sektor olahan hasil pertanian di Kota Batu sekarang bisa memasarkan produk yang dihasilkannya secara online. Hal ini dimungkinkan lewat situs market place bernama agrosegar.com yang resmi diluncurkan Pemerintah Kota Batu, Kamis kemarin.

Peluncuran situs jualan di Graha Pancasila Balaikota Among Tani Kota Batu itu dihadiri empat menteri. Yakni Menko Bidang Ekonomi Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Staf Khusus Presiden RI, Johan Budi, dan Wakil Direktur utama BNI, Suprajarto.

Wali Kota Eddy Rumpoko menyampaikan, Pemkot Batu telah berkomitmen mengembangkan potensi pertanian dan pariwisata. Berdirinya Balaikota Among Tani, kata Eddy, adalah wujud kesejahteraan masyarakat Kota Batu.

Menurut ER, sapaan akrab Eddy Rumpoko, gedung yang menghabiskan dana Rp 300 miliar tersebut dibangun dengan jerih payah dan menggunakan APBD murni tanpa bantuan pemerintah provinsi (pemprov) maupun instansi lainnya.

“Saat ini (gedung Balaikota Among Tani) bisa digunakan serta dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat Kota Wisata Batu,” terang ER.

Menkominfo Rudiantara menyambut baik hadirnya agrosegar.com, yang jelas akan banyak memberikan keuntungan bagi petani serta pelaku UMKM. Menurutnya, petani bisa menemukan calon pembeli dari agrosegar.com.

“Kami sebenarnya sudah menyediakan hosting gratis untuk wirausaha, kemarin satu juta. Nanti akan ditambah lagi,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Direktur BNI, Suprajarto menuturkan e-commerce agrosegar.com merupakan wujud BNI sebagai banking partner dalam penyediaan marketplace berbasis digital untuk menuju Open and Smart Government.

Kerja sama ini. kata Suprajarto, akan mendukung upaya Pemerintah Kota Batu untuk menjadikan pemerintahannya sebagai Smart Government.

“Dengan biaya terjangkau, e-commerce dibuat untuk menghubungkan produsen dan konsumen, pembeli dan penjual yang dapat melakukan transaksi langsung tanpa perantara. Dengan kata lain, e-commerce menjadi jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Kota Batu yang saat ini tercatat sekitar 15 ribu pelaku usaha,” tandasnya.

Kelompok tani dan usaha pengolahan produk pertanian yang saat ini telah tergabung adalah mereka yang terdaftar dan telah mendapat dukungan pembiayaan dari BNI.

Produk yang dijual seperti hasil pertanian, perkebunan dan peternakan di kota Batu seperti kentang hingga susu. Ada juga produk olahan seperti keripik.

Bagi petani yang belum tergabung namun tetap ingin produknya bisa ikut dipasarkan lewat agrosegar.com dapat mendaftarkan usaha dan produknya langsung ke Kantor Pemkot Batu. (goek)

rekening gotong royong