SURABAYA – Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya mulai menunjukan progress. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut, pihaknya menyiapkan 3 lokasi di kawasan Tambak Wedi dengan luas lahan bervariasi. Yakni 2 hektar, 4 hektar dan 6 hektar.
Dari tiga lahan tersebut, seluruhnya dibangun di tanah milik Pemkot Surabaya dan telah dikerjakan oleh Kementerian Sosial. Lokasinya akan terbagi berdekatan yang dihubungkan dengan jembatan di masing-masing sekolah.
“Sudah dikerjakan di Tambak Wedi, sudah dikerjakan 6 hektar 4 hektar dan 2 hektar sudah dikerjakan oleh kementerian,” ujar Eri, pada Sabtu (17/1/2026).
Menurut Eri, jika pengerjaan sesuai target, Sekolah Rakyat akan resmi beroperasi pada tahun ajaran baru, sekitar pertengahan Juli 2026. “Insya Allah di 2026 akan digunakan di tahun ajaran baru,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.
Terkait penerimaan siswa, Eri menyebut tak akan ada seleksi. Seluruhnya didasarkan pada data yang diberikan Kementerian Sosial. Yakni berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2.
“Tidak ada seleksi untuk sekolah rakyat, tapi dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 dan 2,” tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf, menargetkan penambahan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahunnya di seluruh penjuru Tanah Air. Hal tersebut dilakukan menyusul instruksi yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.
“Setiap tahun kita tambah 100 [Sekolah Rakyat]. Insya Allah sesuai targetnya presiden. 100 SR permanen,” ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya di Surabaya, dikutip Sabtu (17/1/2026).
Ia menyebut, bangunan Sekolah Rakyat permanen ditarget bisa menampung 300 sampai 500 siswa. Keberadaan fasad permanen nantinya diharapkan dapat menyerap lebih banyak siswa dari keluarga desil 1 atau termasuk kategori kurang mampu. (nia/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












