Minggu
18 Oktober 2026 | 8 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pedagang Kopi di Stadion kepada Ketua DPRD Nganjuk: Dagangan Sepi Gegara Desain Bangunan

pdip-jatim-dprd-nganjuk-070722-tatit-heru-tjahjono

NGANJUK – Sejumlah pedagang warung kopi stadion (WKS) Anjuk Ladang mengeluhkan sepinya dagangan mereka pasca-relokasi. Pedagang menengarai, sepinya dagangan lantaran calon pembeli mengira bangunan tempat jualan adalah gedung olahraga atau toilet.  

Keluhan para pedagang tersebut tersampaikan kepada Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono SSos yang menemui langsung para pedagang di lokasi, Rabu (6/7/2022).

Menurut Mujib, salah satu perwakilan para pedagang WKS, pasca-relokasi warungnya sangat sepi. Ia dan teman-temannya sesame pedagang menduga hal tersebut terjadi karena di tempat yang baru ini tidak kelihatan dari luar. Sehingga masyarakat tidak tahu bahwa di tempat tersebut ada warung WKS.

 “Karena kalau dilihat dari luar, bangunannya tampak seperti gedung olah raga,” katanya. Bahkan, ada temannya pedagang yang juga mendapat asukan dari pembeli jika awalnya mengira bangunan tersebut adalah toilet.

Karena itu, Mujib dan sejumlah pedagang menyampaikan masukan kepada Tatit. “Kami bersama teman-teman mengusulkan agar  bangunan yang bagian depan di bongkar. Agar kelihatan dan tampak seperti warung. Juga pada bagian taman kecil di samping kiri dan kanan, dibangun agar bisa digunakan untuk berjualan,” ungkapnya.

Sementara itu, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, dirinya siap mengupayakan dan siap mengawal apa yang menjadi keinginan para pedagang. Apalagi persoalan tersebut menyangkut perekonomian masyarakat khususnya para pedagang di sekitar Stadion Anjuk Ladang.

“Tadi pagi saya dapat telepon dari perwakilan teman-teman pedagang, meminta waktu untuk mengadu ke kantor DPRD terkait sepinya warung pasca direlokasi di tempat baru. Tetapi saya berinisiatif untuk mendatangi mereka sekaligus melihat lokasi sekaligus untuk mencarikan solusi,” kata Tatit yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk.

Saat itu, Tatit langsung menghubungi pihak pengelola untuk bersama-sama mencarikan solusi terkait persoalan seperti dikeluhkan para pedagang.

“Aspirasi masyarakat tentang usaha warung tujuannya biar tidak tampak seperti gedung olah raga, pihak pengelola yaitu Dinas PUPR langsung kita panggil untuk dipertemukan langsung. Agar berkoordinasi  mencarikan solusi terbaik,” katanya. (endyk/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

JKN Kabupaten Kediri Capai 98 Persen, Pulung Agustanto Soroti Kepastian Akses Layanan

KEDIRI – Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kediri mencapai 98 persen. Anggota ...
LEGISLATIF

Arjuna Minta Kasus Dugaan Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya Dikawal hingga Tuntas

SURABAYA – Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta kasus dugaan perundungan terhadap ...
LEGISLATIF

Reses di Mojokerto, Sadarestuwati Siapkan Aspirasi Petani untuk Menteri Pertanian

MOJOKERTO – Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati mendesak pemerintah mengatasi persoalan pupuk subsidi sekaligus ...
KABAR CABANG

17 Pengurus Ranting Se-Kecamatan Panekan Magetan Dilantik, Kader Diminta Membersamai Rakyat

MAGETAN – PDI Perjuangan Kabupaten Magetan merampungkan konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput di ...
KRONIK

Andreas Bidik Bursa Karbon Berbasis Komunitas Pertama di CMC Tiga Warna

MALANG – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo menargetkan kawasan ...
HEADLINE

Medsos Jadi Senjata, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Suarakan Kebenaran

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mendorong kader Generasi Z (Gen Z) untuk menguasai dan memanfaatkan media ...