MOJOKERTO – Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati mendesak pemerintah mengatasi persoalan pupuk subsidi sekaligus memulihkan kesehatan tanah pertanian yang dinilai semakin memprihatinkan. Menurutnya, penambahan alokasi pupuk harus disertai pendampingan intensif agar petani mampu memperbaiki kualitas lahan dan meningkatkan produktivitas panen.
Persoalan tersebut disampaikan Sadarestuwati saat menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2026). Legislator PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbak Estu itu menilai, alokasi pupuk yang tersedia belum sepenuhnya menjawab kebutuhan petani, terutama ketika kondisi tanah membutuhkan perbaikan.
“Secara umum, kebutuhan pupuk seperti urea memang dialokasikan antara 240 kg sampai 275 kg per hektare, kemudian NPK juga dengan takaran serupa. Namun, karena kondisi tanah petani saat ini kurang sehat, mereka membutuhkan pupuk lebih banyak. Jadi, dengan alokasi 240–275 kg tersebut rasanya kurang mencukupi,” kata Sadarestuwati, dikutip Minggu (18/10/2026).
Menurutnya, kecukupan pupuk menjadi salah satu persoalan penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Namun, masalah tersebut tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah pasokan pupuk tanpa memperhatikan kondisi lahan yang dikelola petani.
Kualitas tanah, kebutuhan nutrisi tanaman, dan cara pengelolaan lahan perlu menjadi bagian dari penanganan secara menyeluruh. Karena itu, pemerintah diharapkan tidak hanya memperhatikan distribusi pupuk subsidi, tetapi juga memberikan pendampingan berkelanjutan agar petani dapat mengelola lahan secara lebih optimal.
Sadarestuwati menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat nasional. Ia berencana menyampaikan kondisi yang ditemui di lapangan kepada Menteri Pertanian melalui rapat kerja atau pertemuan dengan pihak terkait di DPR RI.
Langkah itu diharapkan membuka ruang pembahasan mengenai kecukupan alokasi pupuk subsidi sekaligus dukungan pemerintah untuk memperbaiki kualitas tanah pertanian.
“Kita berharap, selain menambah alokasi pupuk, pemerintah juga ikut turun tangan untuk membantu memperbaiki tanah kita yang sedang ‘sakit’ ini. Hal ini harus dilakukan secara intensif karena petani kita butuh pendampingan terus-menerus agar bisa memaksimalkan lahan yang mereka miliki dengan produksi yang optimal,” tegasnya.
Bagi Sadarestuwati, pendampingan kepada petani menjadi bagian penting agar kebijakan pertanian tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sarana produksi. Petani juga perlu memperoleh dukungan untuk memahami kondisi tanah dan menerapkan pengelolaan lahan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.
Melalui pendekatan tersebut, penambahan pupuk diharapkan berjalan seiring dengan perbaikan kualitas lahan sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan.
Kegiatan reses di Mojokerto itu merupakan bagian dari penjaringan aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII, yang meliputi Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, serta Kota dan Kabupaten Mojokerto.
Sadarestuwati berharap aspirasi petani menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam mengevaluasi kebijakan pupuk subsidi dan memperkuat program pemulihan kesehatan tanah. Dengan dukungan sarana produksi yang memadai dan pendampingan berkelanjutan, petani diharapkan dapat mengoptimalkan lahan serta meningkatkan hasil panen. (red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











