MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai gerakan bersama melalui Pekan Sampah Nasional pada 9–14 November 2026. Menjelang Hari Pahlawan, kegiatan ini akan diisi dengan pemilahan sampah, pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai guna, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan.
Ketua Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengatakan, gerakan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, terutama memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
“Menjelang Hari Pahlawan, pada 9–14 November, ada sejumlah kegiatan, mulai dari memilah sampah, memanfaatkan sampah menjadi produk yang berguna, hingga gotong royong membersihkan lingkungan,” ujar Eriko di sela agenda di Kabupaten Malang, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Eriko, yang juga Ketua Panitia Pekan Sampah Nasional, salah satu agenda yang disiapkan adalah pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan pengelolaan sampah. Namun, capaian rekor bukan tujuan utama. Hal yang lebih penting adalah memperluas partisipasi masyarakat agar kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui aksi nyata.
“Yang paling penting adalah bagaimana melibatkan masyarakat dan sebanyak mungkin komunitas. Kita ingin kegiatan ini menjadi gerakan bersama untuk membangun lingkungan yang lebih baik,” katanya.

Pekan Sampah Nasional direncanakan melibatkan struktur PDI Perjuangan di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi. Sejumlah kegiatan akan dilaksanakan di daerah masing-masing, sedangkan agenda terpusat direncanakan berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Pelibatan komunitas menjadi bagian penting untuk memperluas jangkauan gerakan sekaligus mendorong masyarakat mengambil peran sesuai kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.
Eriko menegaskan, momentum menjelang Hari Pahlawan perlu diisi dengan tindakan yang memberi manfaat bagi kehidupan bersama. Kepedulian terhadap lingkungan, menurutnya, dapat diwujudkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
“Melalui gerakan ini, kita ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Semangat Hari Pahlawan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kebersihan dan merawat lingkungan,” tegasnya.
PDI Perjuangan berharap Pekan Sampah Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan selama enam hari. Pemilahan, pengolahan, dan pemanfaatan sampah diharapkan berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari sehingga gerakan menjaga lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












