oleh

Pak Kus: Teluk Love Sangat Berpotensi Sebagai Tempat Wisata

-Berita Terkini-49 kali dibaca

JEMBER – Jember termasuk kabupaten yang punya banyak tujuan wisata, baik yang sudah dikenal, maupun yang alami. Tak heran, banyak yang menjadikan Jember sebagai tempat singgah untuk menikmati keindahan alam, maupun sebagai tujuan wisata.

Tempat wisata di Jember yang sudah populer, sebut saja, Pemandian Kebon Agung, Pemandian Oleng Sibutong, Pemandian Rembangan, Pemandian Patemon, Waterboom Niagara, serta Tiara Waterpark.

Ada juga Taman Botani, Kawasan Puncak Rembangan, Perkebunan Teh Gunung Gambir, Air Terjun Tancak, Air Terjun Antrokan, Situs Duplang, Loko Lori, dan Kafe Kolong.

Sebagai kabupaten yang sisi selatannya berbatasan dengan Samudera Indonesia atau ‘Laut Kidul’, Jember juga punya tempat wisata pantai yang sangat dikenal luas. Seperti Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma), Pantai Watu Ulo, Pantai Bandealit, Pantai Puger, dan Pantai Paseban.

Di antara pantai-pantai berpanorama indah itu, ada sebuah teluk eksotik yang mulai menarik wisatawan lokal, maupun dari luar Jember. Yakni Teluk Love, di kawasan Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu.

Dinamakan Teluk Cinta, karena jika dilihat dari atas, bentuknya menyerupai ‘hati’ sebagai lambang cinta.

“Tempat wisata Teluk Love ini dikelola secara swadaya oleh warga setempat, yang tergabung dalam Masyarakat Sadar Wisata (Massawi) dikoordinir oleh Pak Suto,” kata Kusnadi, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Pak Kus di sela berkunjung ke Jember pada Sabtu (14/1/2017) lalu, menyempatkan diri melihat Teluk Love. Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur ini mendengar informasi terkait tempat wisata yang belum tersentuh pihak pemerintah, maupun kalangan swasta ini.

Saat di Teluk Love, Pak Kus mendengar lebih banyak dari Pak Suto, soal lokasi wisata yang mulai menarik perhatian berbagai kalangan ini. Di antaranya soal banyak pihak yang mulai ‘berebut’ mengelola pantai yang sebelumnya dikenal kumuh itu.

“Sebelumnya daerah ini sangat kumuh, kotor, penuh sampah, sehingga bertahun-tahun tidak ada yang melirik. Kemudian sejak sekitar dua tahun lalu, pelan-pelan kami bersihkan dan benahi, sampai akhirnya seperti sekarang ini,” urai Pak Suto.

Seiring dengan mulai banyak wisatawan yang datang, jelas Pak Suto, Masyarakat Sadar Wisata dan elemen lain yang peduli dengan Teluk Love, mulai membangun sarana penunjang. Seperti gazebo, toilet, musala, dan sarana lainnya.

“Semua ini hasil dari tarif masuk yang sangat murah, juga dari hasil parkir,” jelas dia.

Pak Suto berharap, ke depan bisa mengelola Teluk Love lebih baik dan profesional, sehingga menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Jember, sebagaimana tempat wisata yang lebih dulu terkenal.

Dia minta kepada Pak Kus untuk membantu agar harapan warga setempat, bisa tercapai. (Baca: Warkop Berjaringan, Upaya Bupati Faida Angkat Kesejahteraan Rakyat)

Kusnadi mengatakan, Teluk Love sangat potensial untuk dikembangkan lebih baik lagi. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, banyak yang akan merasakan manfaatnya.

“Bisa saja ini dikelola pemerintah daerah, yang tentunya tetap harus melibatkan masyarakat setempat. Sehingga pemerintah daerah ada tambahan PAD (pendapatan asli daerah), dan masyarakat sekitar mendapat penghasilan, sehingga kesejahteraannya bisa meningkat,” ujar Pak Kus.

(Baca juga: Ini, Keluhan Nelayan Puger Saat Tidak Melaut)

Pihaknya menampung masukan warga setempat, terkait pengelolaan Teluk Love, yang nantinya dikoordinasikan dengan pihak terkait. (goek)